Kebakaran Dini Hari Landa Muara Bengkal Ulu, 18 KK Terdampak

Sedikitnya 18 kepala keluarga terdampak kebakaran di Desa Muara Bengkal Ulu, Kutim, sementara petugas menduga korsleting listrik sebagai pemicu dan masih menghitung kerugian material.

KUTAI TIMUR – Sedikitnya 18 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Jalan Abol Hasan, Rukun Tetangga (RT) 04, Desa Muara Bengkal Ulu, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (16/08/2026) dini hari. Sejumlah bangunan berkonstruksi kayu dan beton mengalami kerusakan, tetapi tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutim Eko Purnomo mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 03.15 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dari seorang warga bernama Bobby.

Petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian atau pukul 03.25 Wita setelah menempuh jarak sekitar 1,9 kilometer dari pos pemadam. Upaya pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.

“Tim Damkar melakukan pemadaman dan pendinginan api kurang lebih 4 jam 50 menit,” kata Eko melalui pesan WhatsApp pada Senin (17/08/2026).

Menurut Eko, kebakaran berdampak pada sejumlah bangunan rumah berkonstruksi kayu dan beton. Estimasi area yang terbakar mencapai 70 x 40 meter pada sisi kanan lokasi dan 30 x 50 meter pada sisi kiri.

Sedikitnya 18 KK tercatat memiliki bangunan yang terdampak. Meski kebakaran melanda kawasan yang cukup luas, Eko memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun luka.

“Dampak korban jiwa nihil, korban meninggal dunia maupun luka juga nihil,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil sementara di lapangan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal, sedangkan nilai kerugian material hingga Senin masih dalam proses pendataan.

Damkar mengerahkan tujuh unit sarana ke lokasi kebakaran. Sarana yang dilibatkan antara lain unit suplai, unit pemadam kebakaran, unit Damkar Kecamatan Muara Ancalong, mobil pompa Alkon dari Muara Bengkal dan Muara Ancalong, serta Alkon desa. Proses pemadaman juga mendapat bantuan masyarakat setempat dan melibatkan personel Damkar dari Kecamatan Muara Bengkal serta Muara Ancalong.

Eko mengungkapkan, petugas sempat menghadapi kendala saat melakukan pemadaman karena banyak warga berada di sekitar lokasi untuk menyaksikan kebakaran. Kondisi tersebut turut menyulitkan pergerakan petugas dan sarana pemadam di lapangan.

Petugas PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) di Kecamatan Muara Bengkal, Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Bengkal, serta aparat Desa Muara Bengkal Ulu turut dilibatkan dalam pengamanan lokasi kebakaran.

Hingga Senin, petugas masih menghimpun data mengenai jumlah bangunan terdampak dan kerugian material untuk penyusunan berita acara kebakaran.

“Untuk sementara belum ada laporan masuk terkait data yg diminta bu, anggota dilapangan msh menghimpun data yg valid untuk dijadikan dasar berita acara kebakaran. Informasi atau data yg berhasil dihimpun anggota sifatnya msh sementara,” pungkas Eko.

Pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak, nilai kerugian material, serta kebutuhan warga terdampak, sementara dugaan penyebab kebakaran masih memerlukan kepastian dari hasil pemeriksaan lebih lanjut. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com