Kreatif dan Edukatif, Pawai Literasi HSU Libatkan 1.000 Pelajar

Pawai literasi yang melibatkan ribuan pelajar di HSU menjadi strategi membangun budaya membaca sejak usia dini.

HULU SUNGAI UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) memanfaatkan momentum Hari Jadi ke-74 untuk memperkuat budaya literasi sejak dini melalui Pawai Literasi yang diikuti sekitar 1.000 pelajar tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) hingga Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Selasa (28/04/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) HSU ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi diarahkan sebagai strategi membangun kebiasaan membaca di kalangan generasi muda. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di HSU dan menampilkan kreativitas melalui pawai, lomba yel-yel, serta lomba kostum bertema literasi.

Pawai secara resmi dilepas Bupati HSU Sahrujani didampingi Wakil Bupati (Wabup) HSU Hero Setiawan di halaman Kantor Dispersip HSU. Turut hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) HSU sekaligus Bunda Baca HSU Murniati Sahrujani, Wakil Ketua TP PKK HSU Mayang Melani, serta unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Pemkab HSU.

Sejak pagi, para pelajar telah berkumpul dengan berbagai kostum kreatif yang terinspirasi dari tokoh buku, pahlawan, hingga karakter cerita. Mereka juga membawa atribut seperti replika buku dan pesan ajakan membaca, yang ditampilkan sepanjang rute pawai.

“Kegiatan pawai literasi ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memupuk kebersamaan dan sportivitas antar kelompok, menumbuhkan kreativitas dan semangat berkarya untuk anak-anak kita masa depan daerah hulu sungai utara,” ujar Kepala Dispersip HSU Karyanadi, Selasa (28/04/2026).

Selain pawai, lomba yel-yel antar sekolah turut memeriahkan suasana dengan pesan edukatif tentang pentingnya membaca. Lomba kostum juga menjadi daya tarik tersendiri karena sebagian besar peserta memanfaatkan bahan daur ulang, yang sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati HSU Sahrujani menekankan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah. Ia mengapresiasi partisipasi seluruh peserta, guru, dan panitia dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

”Dengan tema hari ini festival literasi Bangkit Bersama berkarya untuk Banua membawa pesan kuat bahwa kebangkitan daerah kita,” kata Sahrujani.

Ia menambahkan, peran guru dan orang tua sangat krusial dalam menumbuhkan minat baca anak sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

”Kepada anak-anak tercinta kalian adalah masa depan masa depan Kabupaten Hulu Sungai Utara jadikanlah buku sebagai sahabat dan jadikanlah teknologi sebagai alat untuk menambah ilmu bukan hanya sekedar hiburan terus berkarya. Tunjukkan bahwa anak harus mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah kita tercinta,” lanjutnya.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 regu pelajar serta 150 guru pendamping ini juga dimeriahkan hiburan musik tradisional panting, pembagian door prize, serta hadiah bagi pemenang lomba.

Ke depan, Pemkab HSU berkomitmen memperluas jangkauan program literasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di HSU. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com