Anudin alias Aket, warga lansia asal Kotim, belum ditemukan setelah hilang di Dusun Danau Purun dan pencarian tim SAR memasuki hari keempat.
KOTAWARINGIN TIMUR – Operasi pencarian terhadap Anudin alias Aket, warga lanjut usia asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), masih terus dilakukan setelah korban dilaporkan hilang sejak Sabtu 9 Mei 2026. Kondisi korban yang disebut kurang sehat sebelum hilang membuat pencarian di kawasan Dusun Danau Purun, Desa Tumbang Payang, Kecamatan Bukit Santuai, menjadi perhatian tim gabungan dan warga setempat.
Korban berusia 65 tahun itu juga dikenal dengan panggilan Bapak Yusuf. Ia dilaporkan hilang sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) di sekitar Dusun Danau Purun. Hingga Jumat 15 Mei 2026, tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama masyarakat masih menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pencarian yang dilakukan tim di lapangan, sebagaimana diberitakan Sampit Berita, Sabtu, (16/05/2026).
“Pencarian langsung dilaksanakan oleh Pos SAR Sampit. Terakhir kami memonitor pada Selasa bersama Camat Bukit Santuai. Korban ini merupakan orang tua yang dulunya pernah bekerja di PT Sarpatim,” kata Multazam, Sabtu (16/05/2026).
Operasi pencarian dilakukan Pos SAR Sampit bersama unsur terkait dan warga setempat. Namun, hingga hari keempat pencarian, keberadaan korban belum diketahui.
Koordinator Lapangan (Korlap) Pos SAR Sampit Ridwan mengatakan, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban selama penyisiran berlangsung. “Pencarian belum ada hasil. Hari ini sudah memasuki hari keempat,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, operasi SAR direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelah batas waktu pencarian tersebut berakhir, tim akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menentukan langkah berikutnya.
“Nanti setelah hari ketujuh akan dimusyawarahkan bersama pihak keluarga terkait kelanjutan pencarian,” jelasnya.
Ia menambahkan, keputusan untuk menghentikan atau memperpanjang operasi pencarian akan menunggu hasil evaluasi dan arahan pimpinan. “Setelah tujuh hari nanti akan menunggu keputusan pimpinan apakah pencarian dihentikan atau dilanjutkan,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Bukit Santuai Agus Saptono mengatakan, sebelum dilaporkan hilang, kondisi korban memang kurang sehat dan kerap sakit-sakitan. “Memang sebelum hilang kondisi beliau kurang sehat dan sering sakit,” ungkap Agus.
Menurut Agus, korban tinggal di basecamp Perseroan Terbatas (PT) Sarpatim bersama anaknya yang bekerja di perusahaan tersebut. “Semasa muda, korban juga pernah bekerja di perusahaan itu sebelum akhirnya pensiun,” pungkasnya.
Tim gabungan masih berharap pencarian dapat membuahkan hasil sebelum masa operasi SAR berakhir. Dukungan warga sekitar dinilai penting untuk memperluas informasi dan mempercepat penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan