LCC Empat Pilar MPR RI 2026, Dua Sekolah Kalimantan Siap ke Nasional

SMAN 1 Bontang dan SMAN 2 Katingan Kuala melaju ke LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional dengan modal konsistensi, kekompakan tim, dan penguatan kepercayaan diri siswa.

BONTANG – Dua sekolah dari Kalimantan resmi melaju ke Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tahun 2026 tingkat nasional di Jakarta. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bontang mewakili Kalimantan Timur (Kaltim), sedangkan SMAN 2 Katingan Kuala menjadi wakil Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kedua sekolah tersebut membawa misi berbeda menuju final nasional. SMAN 1 Bontang mengandalkan konsistensi dan kekompakan tim setelah menang dalam persaingan ketat di Kaltim, sementara SMAN 2 Katingan Kuala berupaya memperbaiki hasil tahun sebelumnya dengan memperkuat kepercayaan diri siswa, sebagaimana diberitakan Detik Kalimantan, Minggu, (14/06/2026).

Di Kaltim, SMAN 1 Bontang berhasil merebut tiket nasional setelah menjadi juara pada babak final tingkat provinsi. Hasil tersebut diumumkan Dewan Juri dari Universitas Mulawarman (Unmul), Alim Salamah.

Persaingan menuju final nasional berlangsung ketat. SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN 1 Bontang, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser saling bersaing untuk meraih tiket ke Jakarta. SMAN 1 Bontang yang tergabung dalam Grup B keluar sebagai pemenang dengan 95 poin, disusul Grup C MAN Insan Cendekia Paser dengan 90 poin, dan Grup A SMAN 1 Sangatta Utara dengan 60 poin.

Perwakilan peserta dari SMAN 1 Bontang, Khairunnisa, mengatakan keberhasilan timnya diraih di tengah waktu persiapan yang singkat dan berbenturan dengan jadwal ujian. Menurut dia, kemenangan itu tidak lepas dari konsistensi serta solidaritas antaranggota tim.

“Kita mengutamakan konsistensi dan saling memberikan bantuan satu sama lain. Jadi kalau misalnya teman mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum persiapan lomba ini, kita saling membantu,” kata Khairunnisa.

Meski fokus sempat terbagi karena ujian semester, tim SMAN 1 Bontang tetap memperkuat penguasaan materi pada hari-hari terakhir menjelang lomba. Persiapan awal sebenarnya sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya, tetapi intensitas latihan baru meningkat pada tiga hari terakhir melalui simulasi dan pendalaman pasal-pasal.

Khairunnisa menjelaskan, timnya menerapkan metode saling menyimak hafalan secara bergantian. Cara itu digunakan untuk menemukan kekurangan tiap anggota sekaligus saling menutup kelemahan sebelum menghadapi kompetisi.

“Mungkin nanti porsi belajar kita lebih kita tambah lagi, kemudian solidaritas kita juga saling mendukung satu sama lain, dan dari jam latihan itu sendiri,” tutur Khairunnisa mengenai kesiapan timnya menuju ibu kota.

Guru pendamping sekaligus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMAN 1 Bontang, Miftahul Fadli Sudirman, menilai persaingan LCC Empat Pilar MPR RI tahun ini berlangsung dinamis. Tiga sekolah yang masuk babak final tingkat Kaltim bukan finalis tahun sebelumnya, bahkan tidak ikut dalam edisi sebelumnya.

SMAN 1 Bontang sempat tertinggal dalam perolehan poin. Namun, kerja keras dan momentum di akhir perlombaan membuat sekolah tersebut mampu mengejar ketertinggalan hingga menjadi juara pertama.

“Untuk menyiasatinya, kami banyak mencari referensi melalui media sosial, terutama dengan mempelajari video-video final lomba di provinsi sebelumnya. Dari sanalah kami banyak belajar, mengevaluasi diri, dan mencoba beradaptasi dengan perkembangan perlombaan LCC Empat Pilar hari ini,” ujar Miftahul.

Dari Kalteng, SMAN 2 Katingan Kuala juga memastikan langkah ke tingkat nasional setelah meraih juara pertama LCC Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi. Kompetisi tersebut berlangsung di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya.

Pada babak final tingkat Kalteng, SMAN 2 Katingan Kuala mencatatkan nilai tertinggi dan mengungguli MAN Barito Utara di posisi kedua serta SMAN 1 Pangkalan Bun di posisi ketiga. Capaian ini sekaligus mempertahankan prestasi sekolah tersebut setelah sebelumnya juga menjadi juara tingkat provinsi pada tahun lalu.

Guru pendamping SMAN 2 Katingan Kuala, Indah Fitriani, mengatakan evaluasi utama timnya bukan pada aspek pengetahuan, melainkan pada penguatan mental dan rasa percaya diri siswa. Hal itu menjadi perhatian karena sekolah tersebut sempat terhenti pada babak penyisihan final nasional tahun sebelumnya.

“Dari sisi pengetahuan, kemampuan anak-anak sangat baik. Tantangan kami justru meningkatkan rasa percaya diri agar mereka mampu mengeluarkan seluruh potensinya saat berlomba,” kata Indah.

Indah berharap kesempatan tampil di Jakarta dapat menjadi momentum bagi sekolah dari wilayah pelosok untuk mengharumkan nama sekolah dan Kalteng di tingkat nasional. Dengan persiapan yang lebih matang, dua wakil Kalimantan itu diharapkan mampu tampil kompetitif dan membawa hasil terbaik pada LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat nasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com