ilustrasi

Libur HUT RI, Gudang Sembako di Tarakan Malah Dilanda Kebakaran

Gudang sembako Toko STB di Tarakan terbakar dalam kondisi terkunci dan tanpa aktivitas pekerja, sementara asap yang muncul dari atap memaksa penghuni mess di sebelah bangunan segera menyelamatkan diri.

TARAKAN – Kebakaran melanda gudang penyimpanan sembako Toko STB di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (17/08/2026) sore. Gudang dalam kondisi terkunci dan tidak ada aktivitas pekerja saat asap tebal muncul dari bagian atap, sementara pekerja yang berada di mess berdekatan langsung dievakuasi.

Asap pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) oleh Ilham, petugas jaga yang telah bekerja selama 12 tahun di toko tersebut. Saat itu, operasional toko sedang diliburkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Ilham mengaku mengetahui kejadian ketika dirinya bersama rekannya, Arman, selesai beribadah dan hendak mencuci sepeda motor.

“Kami mau cuci motor, habis solat juga tadi. Sementara mau cuci motor ada asap kejadianya jam empat lewat,” ujar Ilham sebagaimana diberitakan Tribunkaltara, Selasa, (18/08/2026).

Kemunculan asap pada awalnya tidak langsung dicurigai berasal dari gudang. Kawasan tersebut berdampingan dengan sejumlah bangunan lain, termasuk mess pekerja dan permukiman warga, sehingga mereka sempat menduga asap berasal dari aktivitas di sekitar lokasi.

“Tiba-tiba ada asap kan ketutup. Kirain dari sebelah sini, padahal pas kami cek rupanya ada asap naik di situ, di dalam gedung itu. Awalnya begitu,” ucap Ilham.

Setelah diperiksa lebih dekat, kepulan asap diketahui berasal dari bagian dalam gudang utama. Kondisi tersebut memicu kepanikan karena bangunan sedang terkunci dan tidak terdapat pekerja di dalamnya.

Mess tempat sejumlah pekerja berada juga berjarak sangat dekat dari gudang, bahkan kurang dari satu meter dari dinding bangunan. Ilham kemudian memperingatkan para pekerja agar segera keluar dan menyelamatkan barang-barang yang dianggap penting.

“Jam empat lewat tadi kejadian. Saat kejadian langsung panggil orang suruh turun semua dari mes,” ujarnya.

Warga sekitar kemudian berdatangan membantu penanganan awal. Petugas pemadam kebakaran Tarakan turut tiba di lokasi dengan armada pemadam untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi di gudang tersebut.

Gudang diketahui menyimpan berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah besar, baik stok lama maupun stok baru. Barang yang tersimpan antara lain beras, gula, tepung, air minum, dan sabun.

“Yang jelas banyak di dalam ada air beras gula, tepung, sabun,” kata Ilham, yang disetujui oleh rekannya, Arman.

Namun, jumlah pasti barang yang terdampak maupun nilai kerugian akibat kebakaran belum diketahui. Menurut keterangan pekerja, informasi rinci mengenai stok barang hanya diketahui pemilik toko.

Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Tidak adanya aktivitas di dalam gudang ketika asap pertama kali muncul membuat sumber api masih belum diketahui.

“Kami lihat titik asap dari atap. Kalau karena kondisi cuaca panas kurang tahu,” pungkas Ilham.

Belum adanya kepastian mengenai sumber kebakaran membuat penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pemicu munculnya api. Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena gudang berada sangat dekat dengan mess pekerja dan kawasan permukiman, sehingga deteksi serta penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah dampak yang lebih luas. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com