Tim SAR gabungan memperluas pencarian Sehat hingga 3 kilometer dari titik awal setelah korban hilang usai menghadiri acara pertunangan anaknya di Dusun Segiam, Sekadau.
SEKADAU – Medan hutan lebat, kontur berbukit, perkebunan kelapa sawit, jalur setapak, hingga alur sungai kecil menjadi tantangan utama Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dalam mencari Sehat (57), warga Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Sekadau (Sekadau), yang dilaporkan hilang di Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu.
Hingga hari keempat pencarian, Rabu (01/07/2026), keberadaan Sehat belum ditemukan. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak Minggu (28/06/2026) dan memperluas area penyisiran hingga sekitar 3 kilometer dari titik awal korban terakhir diketahui berada.
Pada operasi hari keempat, tim menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur yang dilalui korban. Area pencarian mencakup wilayah Desa Sekonau, kawasan hutan, perkebunan kelapa sawit, jalur setapak, alur sungai kecil, hingga kawasan riam di pertengahan antara Dusun Segiam dan Desa Sekonau.
On Scene Coordinator (OSC) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Sintang, F. Tambunan, mengatakan, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Rabu, (01/07/2026), perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya.
“Memasuki hari keempat, kami memulai pencarian sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sektor pencarian kami perluas hingga ke wilayah Sekonau, termasuk menyisir kawasan riam yang berada di pertengahan Segiam dan Sekonau. Total area pencarian yang kami jangkau sekitar 3 kilometer dari titik awal pencarian,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (01/07/2026).
Pencarian melibatkan Basarnas Pos SAR Sintang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sekadau, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat.
Menurut Tambunan, kondisi medan masih menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Kawasan yang luas dan tertutup vegetasi membuat penyisiran harus dilakukan secara teliti serta membutuhkan koordinasi antarpersonel di lapangan.
Selain menyisir area yang diduga dilalui korban, tim juga terus menggali keterangan dari warga dan keluarga. Informasi tambahan itu diharapkan dapat membuka petunjuk baru terkait keberadaan korban.
“Hingga operasi pencarian ditutup pada pukul 16.00 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian akan kembali kami lanjutkan besok hari dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan,” katanya.
Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus atau Mejeng, mengatakan Sehat sebelumnya datang ke Dusun Segiam bersama rombongan keluarga untuk menghadiri acara pertunangan anaknya. Informasi itu ia terima dari Kepala Desa (Kades) Sekonau, Iyok.
“Setelah acara pertunangan yang dilaksanakan pada Kamis malam, rombongan berencana pulang ke Ketapang pada Jumat pagi,” kata Mejeng saat dikonfirmasi pada Sabtu 27 Juni 2026.
Mejeng menjelaskan, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan sempat sarapan bersama. Namun, korban memilih tidak ikut sarapan dan tetap berada di luar rumah untuk menjaga barang bawaan atau tas milik keluarga.
“Ketika anaknya selesai makan dan keluar rumah, bapaknya sudah tidak ada di tempat. Sejak saat itu keluarga langsung melakukan pencarian dan membatalkan rencana pulang,” ujarnya.
Sejak korban dinyatakan hilang, pencarian dilakukan di sekitar permukiman, perkebunan kelapa sawit, hingga kawasan hutan di belakang rumah tempat korban menginap.
“Ada informasi yang beredar bahwa korban diduga menuju kebun sawit di belakang rumah. Namun lokasi itu sudah kami telusuri hingga ke kawasan hutan, tetapi korban belum ditemukan,” katanya.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian dengan memperhatikan keselamatan personel di lapangan. Keluarga dan warga setempat berharap pencarian berikutnya dapat menemukan petunjuk baru terkait keberadaan Sehat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan