Pelaku UMKM Lokal Siap Rebut Peluang Ekonomi IKN

Otorita IKN bersama BI dan OJK memperkuat kapasitas UMKM lokal melalui pelatihan SIAPIK dan forum pembiayaan perbankan.

NUSANTARA – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong naik kelas melalui penguatan pencatatan keuangan digital dan akses pembiayaan perbankan.

Upaya itu dilakukan melalui Akademi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) atau Akademi SIAPIK (AKSI) 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026 di Kantor Bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (10/06/2026), sebagaimana diberitakan Otorita IKN, Rabu (10/06/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi Sekretariat Kerja Bersama Komite Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia (KOPERBI) IKN bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan penguatan UMKM lokal menjadi bagian penting dari pembangunan Nusantara. Menurutnya, warga lokal harus mampu menangkap peluang ekonomi yang tumbuh seiring pembangunan IKN.

“Kami mengapresiasi Bank Indonesia, OJK, serta seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui program seperti Akademi SIAPIK. Inisiatif ini sangat penting karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang akan menjadi aktor utama yang akan tumbuh bersama perkembangan Nusantara,” ujar Alimuddin melalui keterangan tertulis, pada Rabu, (10/06/2026).

Alimuddin menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, kemitraan, dan pembiayaan.

“Kami ingin para pelaku UMKM lokal percaya diri dan terus meningkatkan kapasitas usahanya. Kehadiran IKN membuka ruang yang sangat besar untuk berkembang, baik dari sisi pasar, kemitraan, maupun akses pembiayaan. Manfaatkan kesempatan ini dengan terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat tata kelola usaha. Otorita IKN akan terus mendukung upaya pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Nusantara,” tambahnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM saling berkolaborasi agar tercipta rantai ekonomi lokal yang kuat. Produk dari satu pelaku usaha, kata dia, dapat menjadi bahan baku atau pendukung bagi pelaku usaha lain.

“Kami juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan sesama pelaku usaha. Bisa jadi produk yang dihasilkan oleh satu UMKM menjadi bahan baku atau bahan pendukung bagi UMKM lainnya untuk menghasilkan produk baru. Karena itu, UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Ekosistem usaha yang kuat dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam rantai ekonomi yang saling menguatkan. UMKM lokal akan semakin tangguh, berkembang bersama, dan mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tumbuh di Nusantara,” ujar Alimuddin.

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengatakan tema kegiatan, ENERGI atau Edukasi dan Sinergi, mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat pelaku usaha lokal.

“Edukasi dan sinergi menjadi dua hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin kuat, semakin maju, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di kawasan IKN,” ujarnya.

Menurut Pandu, peserta AKSI 2026 mendapatkan edukasi mengenai penggunaan SIAPIK, pengelolaan keuangan sederhana, literasi dan inklusi keuangan, kebanksentralan, ekonomi syariah, sistem pembayaran, serta pelindungan konsumen.

Peserta juga difasilitasi dalam business matching pembiayaan yang mempertemukan UMKM dengan lembaga jasa keuangan dan perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Kaltimtara, serta bank lain yang tergabung dalam Forum Perbankan IKN.

“UMKM yang memiliki potensi berkembang akan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya. Mulai dari peningkatan kapasitas, bantuan teknis, akses pasar, hingga dukungan pembiayaan. Harapannya, pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat dan berdaya saing,” katanya.

Pandu menilai pencatatan keuangan menjadi salah satu kunci agar UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan. Melalui SIAPIK, pelaku usaha dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur.

“Selama ini masih banyak pelaku usaha yang melakukan pencatatan secara manual. Melalui SIAPIK, UMKM dapat mencatat biaya, pemasukan, keuntungan, dan perkembangan usaha secara lebih terstruktur. Catatan keuangan yang baik juga akan membantu ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan,” jelasnya.

Manfaat pelatihan dirasakan Reni Sayu, pelaku usaha keripik pisang asal PPU. Ia mengaku terbantu karena sebelumnya pencatatan usaha masih dilakukan secara manual dan kerap bercampur dengan kebutuhan pribadi.

“Selama ini pencatatan keuangan saya masih manual dan kadang ada transaksi yang tidak tercatat. Bahkan modal usaha terkadang tercampur dengan kebutuhan pribadi. Melalui kegiatan ini kami belajar bagaimana mengelola keuangan usaha secara lebih baik dan modern menggunakan aplikasi digital,” ujarnya.

Reni menilai kehadiran IKN membuka peluang besar bagi pelaku UMKM lokal karena aktivitas ekonomi dan kedatangan masyarakat ke kawasan tersebut terus meningkat.

“Peluangnya sangat besar. IKN sekarang menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat dan banyak pendatang baru yang datang ke sini. Kalau UMKM bisa masuk dan berjualan di kawasan ini, peluang berkembangnya juga semakin besar,” katanya.

Melalui AKSI 2026 dan Business Matching Pembiayaan UMKM 2026, Otorita IKN bersama BI, OJK, pemerintah daerah, dan perbankan berharap pelaku UMKM lokal mampu mengelola usaha secara profesional, memperoleh akses keuangan formal, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Nusantara. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com