Pemprov DKI Dorong Jalur Penghubung Mal Sekaligus Ruang UMKM

Pemprov DKI Jakarta merancang jalur bawah tanah penghubung Senayan City dan Plaza Senayan yang tidak hanya meningkatkan konektivitas pejalan kaki, tetapi juga menyediakan ruang usaha bagi UMKM.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memanfaatkan jalur bawah tanah yang akan menghubungkan pusat perbelanjaan Senayan City dan Plaza Senayan sebagai ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, pembangunan konektivitas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas pejalan kaki dan mengurangi kemacetan di kawasan Senayan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan ruang di jalur bawah tanah itu tidak hanya berfungsi sebagai akses penghubung antargedung, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai area usaha bagi UMKM.

“Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya,” kata Pramono, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (08/07/2026).

Menurut Pramono, pembangunan jalur bawah tanah diperlukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Senayan yang kerap dipicu aktivitas penyeberangan di antara kedua pusat perbelanjaan tersebut.

“Kalau di Senayan, Plaza Senayan dengan Senayan City ini kan kalau tidak dihubungkan di bawah itu sangat mengganggu transportasi dan seringkali menyebabkan kemacetan yang ada,” ungkapnya.

Ia mengaku telah meminta Asisten Pembangunan DKI Jakarta untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Pramono berharap konsep serupa dapat diwujudkan seperti konektivitas bawah tanah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menghubungkan sejumlah bangunan dan akses menuju Moda Raya Terpadu (MRT).

“Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti karena yang lebih sulit saja bisa diatasi di Bundaran HI. Menghubungkan Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, Kempinski, dan nanti di bawah kemudian ada UMKM yang langsung terhubung masuk ke MRT,” paparnya.

Pramono juga mengungkapkan bahwa hingga kini pembangunan jalur penghubung belum terealisasi karena belum adanya kesepakatan di antara pengelola kedua pusat perbelanjaan. Menurutnya, konektivitas tersebut akan memberikan manfaat bagi pengunjung maupun kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan.

Bahkan, Pemprov DKI menyiapkan langkah berupa penyesuaian pajak apabila kedua pengelola tidak mencapai kesepakatan mengenai pembangunan jalur bawah tanah tersebut.

“Saya bilang, kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja, pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua,” ujarnya.

Pemprov DKI menilai pembangunan jalur bawah tanah itu merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan di Jakarta sekaligus menciptakan sistem transportasi dan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com