Pemprov Kaltara menegaskan penerapan Smart Province harus mampu memperkuat integrasi data, keamanan informasi, pelayanan publik, dan daya saing daerah.
BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menempatkan kualitas data, integrasi sistem informasi, dan keamanan digital sebagai kunci keberhasilan penerapan Smart Province agar pelayanan publik lebih cepat, mudah, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltara Safi’i saat membuka Sosialisasi Akhir Smart Province Kaltara di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (09/07/2026), sebagaimana dilansir Dkisp, Kamis, (09/07/2026).
Safi’i menjelaskan, Smart Province tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan teknologi digital atau penambahan aplikasi. Menurut dia, program tersebut harus menjadi ekosistem pemerintahan yang cerdas, terintegrasi, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan sosialisasi akhir ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan hasil penyusunan dokumen Smart Province Kaltara sekaligus menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai arah pembangunan digital daerah ke depan,” kata Safi’i.
Ia menilai keberhasilan transformasi digital daerah memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat. Setiap pihak diharapkan memahami peran masing-masing agar program yang telah disusun dapat berjalan terpadu dan saling mendukung.
Selain kolaborasi, Safi’i juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas data, penguatan interoperabilitas sistem informasi, perlindungan keamanan informasi, serta pembentukan budaya kerja aparatur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Keberhasilan Smart Province bukan diukur dari banyaknya aplikasi, tetapi dari kemampuan teknologi menyelesaikan persoalan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing, serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui penguatan dokumen dan penyamaan arah pembangunan digital tersebut, Safi’i optimistis Kaltara dapat tumbuh sebagai provinsi yang lebih maju, adaptif, inovatif, dan berbasis digital dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan