gambar ilustrasi

Percobaan Bunuh Diri di Pontianak Berhasil Digagalkan Warga

Kesigapan warga di kawasan Waterfront Pontianak berhasil mencegah percobaan bunuh diri dan menjadi contoh penting kepedulian sosial di ruang publik.

PONTIANAK – Respons cepat warga berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri seorang perempuan di kawasan Waterfront City (WTC) Jalan Barito, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin 13 April 2026 pagi. Peristiwa ini sekaligus menyoroti pentingnya kepedulian publik dalam mencegah tindakan fatal di ruang terbuka.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB itu bermula saat korban terlihat berada di tepian sungai dengan gelagat mencurigakan. Seorang warga yang tengah berolahraga kemudian sigap mendekat dan langsung memberikan pertolongan sebelum korban melompat.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pontianak Selatan Inayatun Nurhasanah membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan korban saat ini telah diamankan untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk korban saat ini kami bawa ke Polresta Pontianak guna penanganan lebih lanjut dan untuk mengetahui motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut,” ujar Inayatun, sebagaimana dilansir Prokal, Rabu (15/04/2026).

Hingga kini, identitas korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian. Informasi sementara menyebutkan korban diduga tinggal di rumah kos di kawasan Kelurahan Benua Melayu Darat.

Polisi juga mengapresiasi peran masyarakat yang dinilai tanggap terhadap situasi darurat di lingkungan sekitar. “Kami mengapresiasi kepedulian warga yang dengan cepat membantu mencegah kejadian ini,” tuturnya.

Di hari yang sama, Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Selatan juga menangani peristiwa lain di Jalan Suhada yang melibatkan seorang pria yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Petugas langsung berkoordinasi dengan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) untuk proses identifikasi.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar untuk dilakukan visum. Namun, pihak keluarga memutuskan menolak autopsi lanjutan.

“Dengan penuh empati, petugas menghormati keputusan keluarga tersebut. Kami turut berduka atas peristiwa ini. Penanganan dilakukan sesuai prosedur, namun tetap menghormati keputusan dan perasaan keluarga,” ungkapnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian memastikan penanganan dilakukan secara profesional sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah dua peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com