Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyelidiki video viral dugaan penyimpangan BBM subsidi di Kalbar dan menyiapkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
PONTIANAK – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menginvestigasi video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Perusahaan menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran, termasuk pemutusan hubungan kerja terhadap awak mobil tangki (AMT) yang terbukti terlibat.
Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran dalam distribusi BBM, terutama BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

“Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki (AMT) yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan. Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tersebut,” tegas Edi.
Menurut Edi, Pertamina telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut. Pertamina juga melaporkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum (APH) guna mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan setiap dugaan penyimpangan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya,” lanjutnya.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan penyaluran BBM di Kalbar tetap berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, perusahaan terus memperkuat pengawasan distribusi melalui koordinasi bersama APH, pemerintah daerah (Pemda), serta penerapan Program Subsidi Tepat menggunakan Quick Response Code (QR Code).
Pertamina Patra Niaga juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi distribusi BBM subsidi. Masyarakat diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta memastikan informasi yang diterima melalui sumber resmi.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Kalbar, M. Fadlan, mengatakan tim Pertamina telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki video viral tersebut.
“Kalau terbukti dan ada unsur pidananya akan diserahkan ke polisi. Kalau SPBU-nya terlibat, kita akan tindak tegas,” ungkapnya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan pembongkaran BBM dari mobil tangki merah putih ke mobil tangki biru di kawasan permukiman yang sepi. Dalam video tersebut, area sekitar tampak hanya dipenuhi pepohonan.
BBM tersebut diduga akan dijual kembali kepada pihak lain dengan harga industri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM itu disebut-sebut berkaitan dengan seorang pengusaha tempat hiburan malam berinisial AT.
Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi tersebut. []
Penulis: Dedy | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan