Pontianak Salurkan 1.067 Hewan Kurban, Iduladha Jadi Momentum Berbagi

Pemkot Pontianak menyalurkan 22 sapi kurban, sementara total hewan kurban se-Pontianak mencapai 1.067 ekor yang akan didistribusikan kepada masyarakat membutuhkan.

PONTIANAK – Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kota Pontianak menjadi momentum penguatan solidaritas sosial melalui penyaluran 1.067 hewan kurban kepada masyarakat. Jumlah itu terdiri atas 590 ekor sapi dan 477 ekor kambing yang tersebar di enam kecamatan, termasuk 22 ekor sapi kurban yang disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ke sejumlah masjid.

Momentum kebersamaan itu turut ditandai dengan pelaksanaan Salat Iduladha di Jalan Rahadi Usman, depan Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (27/05/2026). Meski sempat turun hujan, ribuan umat Islam tetap memadati lokasi salat dengan suasana khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto berupa seekor sapi limosin seberat kurang lebih satu ton. Hewan kurban itu diterima Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Baiturrahman, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Syarif Muhammad Alkadrie.

Selain sapi kurban, Edi juga menyerahkan besek secara simbolis sebagai wadah daging kurban. Ia mengatakan, penyaluran hewan kurban menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat Iduladha bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu.

“Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama kaum fakir miskin dan warga kurang mampu di berbagai wilayah Kota Pontianak,” ujarnya.

Menurut Edi, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, hari raya kurban menjadi ruang untuk memperkuat nilai pengorbanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menuturkan, semangat berkurban mengajarkan pentingnya gotong royong, kerja sama, saling membantu, serta berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Makna Iduladha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita memaknai pengorbanan dalam kehidupan sosial. Ini menjadi momentum meningkatkan solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Data jumlah hewan kurban tersebut, sebagaimana dilansir Prokopim, Rabu (27/5/2026), menunjukkan Pontianak Barat menjadi kecamatan dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 168 ekor sapi dan 189 ekor kambing. Sementara Pontianak Kota mencatat 119 ekor sapi dan 91 ekor kambing.

Di Pontianak Selatan, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 92 ekor sapi dan 67 ekor kambing. Pontianak Tenggara mencatat 145 ekor sapi dan 78 ekor kambing, Pontianak Timur sebanyak 36 ekor sapi dan 35 ekor kambing, sedangkan Pontianak Utara sebanyak 30 ekor sapi dan 17 ekor kambing.

Sementara itu, Khatib Salat Iduladha Sahrani menyampaikan tausiyah bertema “Kurban dalam Dimensi Religi, Filsafah, dan Sosial.” Dalam khutbahnya, ia menegaskan Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna ketauhidan, pengorbanan, dan solidaritas kemanusiaan.

Menurutnya, ibadah kurban merupakan warisan keteladanan Nabi Ibrahim alaihissalam yang mengandung pesan penghambaan total kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT), sekaligus refleksi moral bagi kehidupan manusia modern yang kerap dihadapkan pada tantangan materialisme dan individualisme.

“Esensi utama kurban bukan terletak pada darah dan daging hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan, keikhlasan, dan kesiapan manusia melepaskan sesuatu yang dicintainya demi menaati perintah Allah,” ujarnya di hadapan jemaah Salat Iduladha.

Ia menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pelajaran teologis tentang kemenangan iman atas ego, hawa nafsu, dan kecintaan duniawi. Dalam makna yang lebih mendalam, kurban juga merupakan proses menyembelih sifat-sifat negatif dalam diri manusia, seperti kesombongan, kedengkian, kerakusan, dan kebencian.

Selain dimensi religius, Sahrani menyoroti nilai filosofis kurban sebagai simbol pengorbanan dalam kehidupan. Menurutnya, setiap kemajuan peradaban lahir dari pengorbanan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

“Nilai tertinggi kehidupan bukan semata pada apa yang dimiliki seseorang, tetapi pada apa yang mampu ia korbankan demi kemaslahatan yang lebih besar,” tuturnya.

Dalam konteks sosial, ia menilai ibadah kurban memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan dan solidaritas ekonomi. Distribusi daging kurban kepada masyarakat tanpa memandang status sosial disebut sebagai wujud nyata keadilan sosial yang diajarkan Islam.

Di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terjadi, syariat kurban dinilai menghadirkan pesan kemanusiaan yang relevan, bahwa kekayaan tidak semestinya hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi juga harus memberi manfaat bagi kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Sahrani menekankan substansi kurban tidak boleh berhenti pada penyembelihan hewan semata. Ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum muhasabah untuk memperbaiki kualitas iman sekaligus memperluas kepedulian sosial.

“Jangan sampai kita mampu menyembelih hewan kurban, tetapi gagal menyembelih ego, keserakahan, dan kebencian dalam diri kita,” pesannya.

Ia juga menyebut ibadah kurban sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Anak-anak yang menyaksikan prosesi kurban, menurutnya, belajar tentang makna kepedulian, pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada agama sejak dini.

Menutup khutbahnya, Sahrani mengajak seluruh jemaah menjadikan Iduladha sebagai energi spiritual untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, harmonis, serta penuh kasih sayang.

“Jadikanlah kurban bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi spirit untuk memperbaharui iman, memperkuat ketakwaan, dan memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Dengan jumlah hewan kurban yang mencapai lebih dari seribu ekor, perayaan Iduladha di Pontianak diharapkan tidak hanya menjadi agenda ibadah tahunan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, memperluas pemerataan manfaat, dan menjaga semangat berbagi di tengah masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com