Pushbike di Banjarbaru Tembus 165 Peserta, Panitia Kaget Target Terlampaui

Barbados Happy Race Pushbike 2026 di Banjarbaru diikuti 165 anak dari Kalsel, Kaltim, dan Kalteng, melampaui target panitia yang hanya 125 peserta.

BANJARBARU – Antusiasme peserta membuat Barbados Happy Race Pushbike 2026 melampaui target panitia dengan diikuti 165 anak dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Ajang yang berlangsung di halaman GOR Babussalam Banjarbaru, Sabtu (15/8/2026), itu sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter anak melalui olahraga sejak usia dini.

Kompetisi sepeda keseimbangan tanpa pedal tersebut digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel bersama komunitas Barbados. Peserta berasal antara lain dari Balikpapan, Muara Teweh, dan Palangka Raya, selain sejumlah daerah di Kalsel.

Ketua Pelaksana Barbados Happy Race 2026, Wahyu Damanik, mengatakan jumlah peserta yang hadir jauh melebihi sasaran awal yang ditetapkan panitia. Sebagaimana diberitakan Kanalkalimantan, Sabtu, (15/08/2026), panitia sebelumnya memperkirakan peserta yang mengikuti perlombaan hanya sekitar 125 anak.

“Total peserta 165 orang. Awalnya target kami sekitar 125 peserta, ternyata jauh melebihi target,” ungkap Wahyu.

Kompetisi tersebut dirancang dalam sekitar 13 kelas agar perlombaan berlangsung sesuai kelompok usia dan kategori peserta. Kelas yang dipertandingkan mencakup boys, girls, mix, top class hingga legend yang disusun berdasarkan tahun kelahiran.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan itu diarahkan sebagai bagian dari pembinaan olahraga usia dini. Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menilai rentang usia dua hingga enam tahun merupakan fase penting untuk mengembangkan kemampuan motorik, keseimbangan, keberanian, dan mental anak.

“Pushbike bukan tujuan akhir. Pushbike adalah gerbang. Dan yang dibawa keluar dari gerbang ini bukan piala, tapi karakter,” ujarnya dikutip dari Media Center Kalsel.

Menurut Pebriadin, pengalaman mengikuti pertandingan dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan. Karena itu, orangtua diminta memberikan pendampingan ketika anak menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan.

“Ketika anak-anak kita kalah, ketika mereka kecewa, mereka menangis, dampingi mereka. Tugas kita bukan melindungi anak-anak dari kekecewaan, tetapi mendampingi mereka melewati kekecewaan itu sampai menjadi pribadi yang lebih kuat,” katanya.

Dispora Kalsel memandang pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi jangka panjang. Orientasinya tidak semata-mata mencari bibit atlet berprestasi, tetapi juga membentuk anak yang memiliki sikap sportif, disiplin, percaya diri, dan tangguh.

“Kami berharap ajang ini terus tumbuh, terus dilanjutkan, dan menjadi agenda yang ditunggu setiap tahunnya,” harapnya.

Tingginya partisipasi pada penyelenggaraan tahun ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga pushbike di Kalimantan. Panitia juga mencatat kompetisi tersebut terbuka secara nasional, meskipun pada tahun ini belum terdapat peserta dari Pulau Jawa.

Dengan jumlah peserta yang melampaui target, Barbados Happy Race 2026 diharapkan dapat berkembang menjadi wadah kompetisi berkelanjutan bagi anak-anak sekaligus memperkuat budaya olahraga yang sehat sejak usia dini. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com