Tim gabungan BPBD Kobar, MPA, Polsek Kumai, Manggala Agni, dan warga berhasil mencegah karhutla seluas sekitar satu hektare di Sungai Kapitan meluas ke area lain.
KOTAWARINGIN BARAT – Respons cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Pangkalan Bun-Kubu, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), meluas lebih jauh pada Minggu (05/07/2026).
Karhutla yang membakar sekitar satu hektare lahan itu ditangani Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Kepolisian Sektor (Polsek) Kumai, Manggala Agni, dan warga sekitar, sebagaimana dilansir Mmc Kobar, Minggu, (05/07/2026).
Laporan awal karhutla diterima BPBD Kobar dan segera diteruskan kepada pimpinan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kobar melalui Plt. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, memerintahkan TRC bergerak ke lokasi kejadian.
Sebelum personel tiba, BPBD Kobar lebih dulu berkoordinasi dengan MPA terdekat untuk melakukan pemantauan awal di lapangan. Langkah itu dilakukan agar kondisi api dapat segera diketahui sembari menunggu kedatangan personel TRC BPBD Kobar.
“Sebelum tim tiba di lokasi, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak Masyarakat Peduli Api (MPA) terdekat. Mereka kami arahkan untuk segera memantau keadaan di lokasi sembari menunggu kedatangan personel TRC BPBD Kobar, memastikan respons awal yang efektif dan terkoordinasi,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, TRC BPBD Kobar langsung bergabung dengan MPA, Polsek Kumai, Manggala Agni, dan warga untuk melakukan pemadaman. Api dilaporkan masih menyala di beberapa titik, sementara asap tebal membubung dari area yang terbakar.
“Dari kaji cepat personil, luasan kebakaran ini sekitar 1 hektar. Dengan bantuan personil gabungan untungnya api tidak sampai melebar lebih jauh,” ungkap Andhan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti karhutla di Jalan Poros Pangkalan Bun-Kubu belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pemicu kebakaran tersebut.
BPBD Kobar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing, terutama saat menemukan tanda-tanda kebakaran lahan. Warga juga diminta segera melaporkan setiap kejadian kebencanaan melalui kanal resmi BPBD Kobar, baik nomor kontak darurat maupun media sosial resmi, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya tidak meluas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan