Taman Ulin Kukar Terbengkalai, Warga Cemas Hewan Berbisa Mengintai

Kondisi Taman Ulin yang kumuh dan minim fasilitas memicu keluhan warga, mendorong DLHK Kukar mengambil alih sementara pengelolaan kebersihan.

KUTAI KARTANEGARA
 – Taman Ulin di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan tempat bermain anak, kini dikeluhkan warga karena kondisi kumuh, minim fasilitas, serta dinilai membahayakan pengunjung.

Keluhan tersebut mencuat akibat tidak tersedianya toilet umum serta rusaknya wahana permainan anak yang dibiarkan kotor dan tidak terawat, Senin (20/04/2026).

Salah satu warga, Yahya, mengaku khawatir saat membawa anaknya bermain di lokasi tersebut karena kondisi lingkungan yang tidak aman.

“Kalau kotor begini kesannya jorok, apalagi ini tempat anak-anak. Kami takut ada ular atau hewan berbisa lain yang bersembunyi di balik semak atau tumpukan sampah. Itu sangat membahayakan,” ujarnya.

Selain persoalan kebersihan, Yahya juga menyoroti ketiadaan fasilitas dasar seperti toilet umum yang dinilai sangat dibutuhkan pengunjung. “Masa taman seluas ini tidak ada toiletnya? Kasihan pengunjung yang kebelet, apalagi kalau bawa balita,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) Tri Joko Kuncoro menjelaskan bahwa pengelolaan Taman Ulin sebenarnya berada di bawah pihak ketiga. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemeliharaan.

“Tahun ini sepertinya tidak teranggarkan, sehingga praktis sejak Januari lalu tidak ada sentuhan pemeliharaan dari pihak pengelola,” jelas Tri Joko.

Sebagai langkah penanganan, DLHK Kukar mengambil alih sementara pengelolaan kebersihan taman tersebut guna mencegah kondisi semakin memburuk. “Kami sudah dua kali melakukan kerja bakti massal. Per 1 April kemarin, kami tempatkan sembilan orang petugas khusus untuk menjaga kebersihan dan merawat kawasan itu setiap hari,” tegasnya.

Meski demikian, Tri Joko menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan kesadaran pengunjung.

“Kalau masih ada keluhan kotor, besar kemungkinan ada oknum yang membuang sampah sembarangan. Taman ini milik bersama, tanggung jawabnya tidak hanya di pundak pemerintah,” pungkasnya.

Warga berharap pengelolaan yang saat ini dilakukan DLHK Kukar tidak bersifat sementara, melainkan dapat menjadi solusi berkelanjutan agar Taman Ulin kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aman, bersih, dan layak bagi masyarakat. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com