Sebanyak 52 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran Warung Bakso Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Tarakan, dan mencegah api merembet ke bangunan sekitar.
TARAKAN – Kesigapan petugas pemadam kebakaran mencegah api merembet ke bangunan lain saat kebakaran melanda Warung Bakso Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin, (15/06/2026) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, lebih dari separuh bangunan warung mengalami kerusakan sehingga kegiatan operasional sementara dihentikan. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan Sofyan mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.20 Waktu Indonesia Tengah (WITA), sebagaimana dilansir Kaltara, Senin, (15/06/2026). Petugas langsung bergerak setelah melihat kepulan asap dari arah lokasi kejadian.
“Respon time kita lima menit. Begitu melihat asap, petugas langsung menuju lokasi dan dalam waktu lima menit sudah berada di tempat kejadian,” kata Sofyan.
Dua unit armada dari Pos Sektor Barat menjadi tim pertama yang tiba di lokasi karena berada paling dekat dengan tempat kejadian. Tidak lama kemudian, enam unit bantuan kendali operasi (BKO) turut diterjunkan untuk memperkuat proses pemadaman.
Selain PMK Kota Tarakan, penanganan kebakaran juga melibatkan kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob), relawan Kolaborasi Relawan Kebakaran (Kolakar), serta dukungan suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Total 52 personel dikerahkan dalam proses pemadaman, termasuk sejumlah anggota yang sedang tidak bertugas.
Menurut Sofyan, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Total penanganan hingga pendinginan kurang lebih satu jam,” ujarnya.
Saat petugas tiba, kobaran api disebut sudah membesar. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu dan tripleks membuat api cepat menjalar ke sejumlah bagian bangunan.
Meski demikian, pemadaman cepat berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Upaya itu menjadi fokus utama petugas karena kawasan sekitar tempat kejadian memiliki potensi terdampak jika api tidak segera dikendalikan.
Terkait penyebab kebakaran, Sofyan menyebut pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan perangkat kamera pengawas (CCTV) untuk kebutuhan investigasi.
Informasi awal di lokasi menyebutkan, seorang karyawan yang sedang beristirahat di lantai atas melihat api pertama kali muncul dari bagian plafon. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik karena area tersebut memiliki banyak colokan dan instalasi listrik yang digunakan sehari-hari.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Pemeriksaan itu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi keselamatan bangunan, terutama pada tempat usaha yang menggunakan material mudah terbakar dan memiliki banyak instalasi listrik. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan