Program MBG Hadir di Perbatasan, Dapur Gizi Dibuka di Sebatik

NUNUKAN – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Pemerintah Kabupaten Nunukan meresmikan operasional dapur layanan gizi yang berlokasi di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kamis (12/03/2026).

Peresmian dapur MBG tersebut dilakukan oleh Camat Sebatik Barat, Sawaludin, yang hadir mewakili Bupati Nunukan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang digagas oleh Badan Gizi Nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Sawaludin, keberadaan dapur SPPG Liang Bunyu memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas generasi muda di wilayah perbatasan.

“Program dapur gizi ini bukan sekadar menyediakan makanan. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak di wilayah Sebatik,” ujar Sawaludin saat menyampaikan sambutan, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kamis (12/03/2026).

Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Nunukan kepada para kepala sekolah agar turut berperan aktif mengawasi pelaksanaan program tersebut di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pengawasan penting dilakukan agar makanan yang telah disiapkan benar-benar dimanfaatkan oleh para siswa.

“Pihak sekolah diharapkan ikut memantau distribusi makanan sehingga program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa,” katanya.

Setelah peresmian, Sawaludin meninjau langsung aktivitas di dapur SPPG Liang Bunyu. Ia memastikan seluruh proses pengolahan makanan telah mengikuti standar kebersihan dan keamanan pangan yang berlaku.

“Seluruh proses pengolahan makanan di dapur ini sudah mengikuti standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan,” jelasnya.

Selain mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan dapur MBG juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

Bahan baku makanan yang digunakan dalam operasional dapur diprioritaskan berasal dari hasil produksi petani dan peternak lokal di wilayah Sebatik Barat.

Selain itu, operasional dapur juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja, mulai dari juru masak hingga petugas distribusi makanan.

Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Pemerintah daerah berharap keberadaan dapur SPPG Liang Bunyu dapat memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis hingga ke berbagai desa di Pulau Sebatik.

Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com