Ramadan Hangat! Warga Sungai Taiwan Buka Puasa Satu Kampung

NUNUKAN – Tradisi kebersamaan masyarakat kembali terlihat di bulan suci Ramadan. Warga Sungai Taiwan memadati Masjid Al-Khair pada Kamis (12/03/2026) untuk mengikuti kegiatan Buka Puasa Bersama Satu Kampung, sebuah tradisi yang sudah lama dijaga sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan warga.

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke masjid. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua duduk berdampingan menunggu waktu berbuka. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menikmati hidangan berbuka, tetapi juga mempererat hubungan sosial yang telah terjalin di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Sebatik bersama jajaran, perwakilan TNI dan Polri, Kepala KUA Kecamatan Sebatik, Ketua PHBI, Ketua MUI Kecamatan Sebatik, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Kepala Desa Tanjung Karang, serta masyarakat Sungai Taiwan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya dalam menjaga tradisi keagamaan selama Ramadan.

Acara diawali dengan tausyiah yang disampaikan Kepala KUA Kecamatan Sebatik, H. M. Asmayadi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan sosial.

Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. “Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kamis (12/03/2026).

Ia juga menilai kegiatan buka puasa bersama satu kampung bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah di antara warga.

“Ketika masyarakat berkumpul, saling berbagi makanan dan kebahagiaan, di situlah nilai kebersamaan semakin terasa,” katanya.

Menjelang waktu berbuka, suasana Masjid Al-Khair tampak semakin khidmat. Jamaah duduk berjajar menunggu azan Magrib sambil menikmati suasana kebersamaan yang hangat.

Hidangan berbuka puasa yang disiapkan secara gotong royong oleh warga tersaji sederhana namun penuh makna. Makanan dan minuman dibagikan secara merata kepada seluruh jamaah tanpa membedakan latar belakang.

Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh jamaah serentak membatalkan puasa dengan penuh rasa syukur. Suasana hangat terlihat ketika warga saling berbagi hidangan dan bercengkerama satu sama lain.

Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah di Masjid Al-Khair, menambah kekhusyukan ibadah Ramadan yang dijalankan bersama.

Tradisi Buka Puasa Bersama Satu Kampung ini menjadi salah satu wujud nyata kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Sungai Taiwan.

Di tengah perkembangan zaman, kegiatan seperti ini menjadi pengingat pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Bagi warga Sungai Taiwan, Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarsesama serta menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kebersamaan yang terbangun dalam satu kampung, masyarakat berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat persatuan di wilayah Sebatik yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com