Puskesmas Pembantu di Desa Padang Panjang, Tabalong, hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik, tanpa korban jiwa tetapi menyebabkan kerugian sekitar Rp150 juta.
TABALONG – Fasilitas layanan kesehatan warga di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), lumpuh sementara setelah bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat hangus terbakar, Jumat (29/05/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta karena bangunan dan sejumlah alat kesehatan ikut terbakar.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Tabalong, Heri Siswoyo, mengatakan api pertama kali diketahui oleh dua warga yang sedang berada di warung tidak jauh dari lokasi kejadian, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (29/05/2026).
Kedua warga itu melihat api dari arah bangunan Pustu Padang Panjang. Mereka kemudian membangunkan warga sekitar untuk membantu memadamkan api. Namun, kobaran api yang sudah membesar membuat upaya pemadaman secara manual sulit dilakukan.
“Mereka melihat kobaran api dari arah bangunan Puskesmas pembantu dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman,” ujar Heri kepada wartawan, Jumat.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Setelah api padam, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Tabalong langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui sumber api dan memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada bagian plafon bangunan. Dugaan itu menguat karena aliran listrik dan lampu di bangunan tersebut disebut masih menyala meski Pustu sudah tidak berpenghuni.
“Menurut keterangan warga sekitar, aliran listrik dan lampu pada bangunan tersebut masih menyala meskipun bangunan sudah tidak berpenghuni,” ungkap Heri.
Heri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah fasilitas dan alat kesehatan tidak dapat diselamatkan karena api cepat membesar.
“Estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp 150 juta dan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.”
“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran,” pungkas Heri.
Kebakaran Pustu Padang Panjang menjadi perhatian karena menyangkut fasilitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Pemeriksaan instalasi listrik pada bangunan publik dinilai perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan