Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan menorehkan debut membanggakan dengan mengoleksi 17 medali dan finis di peringkat empat pada ajang Shukaido Borneo 2.
BANJARMASIN – Perguruan Karate Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan mencatat debut impresif pada ajang Shukaido Borneo 2 dengan menembus peringkat empat klasemen akhir setelah mengumpulkan 17 medali. Hasil tersebut diraih pada kejuaraan yang berlangsung di GOR Hasanudin, Banjarmasin, Minggu (12/7/2026) malam.
Kontingen Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan membukukan lima medali emas, dua medali perak, dan 10 medali perunggu. Raihan emas dipersembahkan Dhesta Putra, Felisa, Aura Lina, Rizky AP, dan Sayyid Tampan dari berbagai nomor kumite dan kata.
Ketua Keluarga Sabuk Hitam Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan mengatakan pencapaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan karena merupakan kejuaraan perdana setelah perguruan resmi bergabung dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Ini merupakan kejuaraan pertama yang kami ikuti setelah resmi bergabung dengan FORKI Kalimantan Selatan. Alhamdulillah kami mampu finis di peringkat keempat dengan raihan lima emas, dua perak, dan 10 perunggu. Ini pencapaian yang sangat memuaskan,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Diskominfo MC Kalsel, Senin (13/07/2026).
Menurutnya, sekitar 70 atlet diturunkan dalam kejuaraan tersebut dengan komposisi sekitar 60 persen merupakan atlet pemula yang masih menyandang sabuk kuning, hijau, dan biru. Sementara sekitar 30 persen lainnya merupakan atlet sabuk hitam atau atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding.
“Mayoritas atlet kami adalah wajah-wajah baru yang sedang dibina. Selain itu, usia perguruan kami juga baru sekitar enam bulan. Karena itu, bisa berada di posisi empat besar menjadi kebanggaan tersendiri dan membuktikan kami mampu bersaing dengan perguruan yang lebih dulu berkembang,” katanya.
Ia menambahkan peluang perolehan medali sebenarnya masih dapat bertambah apabila seluruh nomor pertandingan dapat diikuti. Namun, kendala pada proses pendaftaran daring membuat tim tidak dapat tampil pada sejumlah nomor, terutama kata dan kumite beregu.
Shokaido South Borneo berkomitmen memperkuat pembinaan atlet melalui program latihan rutin. Atlet prestasi dijadwalkan berlatih empat kali dalam sepekan, sedangkan atlet pemula menjalani latihan tiga kali dalam sepekan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Kami optimistis dalam dua tahun ke depan Shokaido South Borneo bisa menjadi salah satu perguruan terbaik di Kalimantan Selatan. Saat ini kami sudah berkembang di 10 kabupaten/kota dengan jumlah anggota mendekati 2.000 orang,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan karate setelah cabang olahraga tersebut tidak lagi masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Selain itu, tiga atlet Shokaido South Borneo berpeluang tampil pada Kejuaraan Dunia Karate di Turki setelah sebelumnya menorehkan prestasi di tingkat nasional. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan