Minim Fasilitas, Atlet Menembak Paser Bidik Emas Porprov Kaltim 2026

Pengcab Perbakin Paser tetap menargetkan medali emas pada Porprov VIII Kaltim 2026 meski harus berlatih dengan sasaran manual, satu unit pistol, dan venue yang belum rampung.

PASER – Status sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 belum ditunjang fasilitas latihan yang memadai bagi atlet menembak Kabupaten Paser. Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Paser masih menghadapi keterbatasan peralatan, sasaran tembak manual, dan venue yang belum rampung menjelang pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Kepala Pelatih Menembak Paser Hendra Wahyudi mengatakan keterbatasan sarana tidak menghentikan program latihan atlet. Tim pelatih tetap menjalankan pembinaan pada nomor 10 meter dan metal silhouette sembari menyesuaikan metode latihan dengan peralatan yang tersedia.

“Walau dengan peralatan seadanya kami tetap jalan. Nomor 10 meter dan metal silhouette terus kami latih. Kondisinya memang seperti ini, tapi kami tetap berusaha maksimal membina anak-anak,” kata Hendra saat ditemui Senin (13/07/2026).

Kendala paling menonjol terdapat pada nomor 50 meter. Sasaran yang seharusnya telah menggunakan sistem elektronik masih dioperasikan secara manual sehingga pelatih harus melakukan pengawasan langsung selama latihan.

“Seharusnya sasaran 50 meter sudah pakai elektrik. Ini kami masih pakai cara manual, kontrol tembakannya sambil jalan,” ungkapnya.

Keterbatasan peralatan juga terjadi pada nomor pistol. Satu regu idealnya terdiri atas tiga atlet, sedangkan Pengcab Perbakin Paser baru memiliki satu unit pistol untuk menunjang latihan.

“Satu regu isinya tiga orang. Pistol kami baru satu. Karena itu kami sekarang sedang mencari atlet tambahan untuk melengkapi skuad,” imbuhnya.

Pengcab Perbakin Paser saat ini menyeleksi enam calon atlet. Tiga orang dipersiapkan untuk nomor 10 meter dan tiga lainnya diarahkan mengikuti nomor 50 meter.

Hendra menjelaskan proses penjaringan atlet tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kontingen pada Porprov VIII Kaltim 2026. Seleksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari program regenerasi atlet menembak Paser.

“Pencarian atlet bukan hanya untuk Porprov 2026. Ini juga untuk regenerasi. Mereka nanti yang akan jadi penerus menembak Paser di Porprov berikutnya,” tambahnya.

Pada tahap persiapan umum, sebagian atlet masih menjalani latihan secara mandiri di daerah masing-masing karena pemusatan latihan belum dilaksanakan. Kondisi itu membuat pelatih harus memantau perkembangan atlet secara bertahap sebelum program latihan bersama dimulai.

Meski persiapan berlangsung dengan fasilitas terbatas, Hendra optimistis cabang olahraga menembak dapat menyumbangkan medali emas bagi kontingen Paser. Namun, dukungan sarana dan peralatan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas latihan serta peluang atlet meraih prestasi.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser segera menuntaskan venue dan memenuhi kebutuhan peralatan latihan.

“Kami yakin bisa dapat medali dengan kondisi sekarang. Tapi kalau dapat dukungan penuh, hasilnya pasti lebih maksimal,” Pungkasnya.

Penyelesaian venue, pengadaan sasaran elektronik, dan penambahan unit pistol diharapkan segera direalisasikan agar status Paser sebagai tuan rumah sejalan dengan kesiapan fasilitas atlet. Dukungan tersebut juga diperlukan untuk menjaga target medali sekaligus memastikan pembinaan atlet menembak Paser berlanjut setelah Porprov VIII Kaltim 2026. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com