KAHMI Tabalong mengapresiasi pembenahan RSUD HBK, tetapi mendorong peningkatan layanan, kepastian waktu poliklinik, serta penambahan kapasitas ruang rawat inap.
TABALONG – Peningkatan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Badaruddin Kasim (HBK) Tanjung masih membutuhkan perbaikan berkelanjutan, terutama dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap keramahan petugas, kepastian waktu layanan poliklinik, dan ketersediaan ruang rawat inap.
Dorongan tersebut disampaikan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tabalong dalam forum konsultasi publik yang membahas pelayanan RSUD HBK Tanjung. KAHMI menilai berbagai pembenahan yang telah dilakukan perlu dilanjutkan karena kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan terus berkembang.
Presidium KAHMI Tabalong Kadarisman mengakui telah terjadi sejumlah perubahan positif di RSUD HBK, tetapi perbaikan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah diraih. Hal tersebut sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (17/08/2026).
“Harus jujur diakui ada banyak perubahan, namun bukan berarti bebas dari keluhan dan persoalan, sebab ekspektasi masyarakat terus berkembang dan berubah,” ungkap Kadarisman, Senin.
Sejumlah perubahan yang mendapat apresiasi antara lain antrean pendaftaran yang mulai terurai, kondisi ruangan yang lebih nyaman, serta tersedianya fasilitas mushala di lingkungan rumah sakit. Menurut KAHMI, pembenahan tersebut menunjukkan adanya upaya manajemen dalam merespons kebutuhan pasien dan masyarakat.
Kadarisman menilai peningkatan pelayanan rumah sakit memiliki arti lebih luas karena RSUD merupakan bagian dari pelayanan dasar yang dibiayai menggunakan uang publik.
“Kualitas pelayanan kesehatan di RSUD yang didanai uang publik wujud kehadiran negara. Pemerintah diamanahi oleh konstitusi untuk menerjemahkannya dengan lebih baik,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Direktur RSUD HBK Setiawan Andri Wibowo menyampaikan komitmen manajemen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Manajemen juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang membutuhkan penyelesaian agar pelayanan semakin sesuai dengan harapan masyarakat.
“Ada dua hal yang masih kami carikan formulasi terbaiknya, yakni keramahan petugas seperti kebiasaan tersenyum serta antrean di pelayanan poliklinik. Ada aspek kepastian waktu yang diminta publik, dan ini yang harus kami jawab,” jelas Setiawan.
Persoalan kapasitas ruang rawat inap juga menjadi perhatian karena rasio ketersediaan ruangan dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Tabalong. Untuk mengatasi persoalan tersebut, manajemen RSUD HBK merencanakan pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat menambah ketersediaan ruang perawatan.
“Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud, sehingga ke depan persoalan keterbatasan ruangan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Rencana penambahan fasilitas tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pembenahan kualitas sumber daya manusia dan sistem pelayanan. Dengan demikian, peningkatan fasilitas fisik tidak hanya menambah kapasitas rumah sakit, tetapi juga memperkuat kemampuan RSUD HBK dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Tabalong secara berkelanjutan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan