DPPKB Kukar Perkuat Edukasi KB dan Layanan Kontrasepsi Gratis

DPPKB Kukar menargetkan 2.596 pelayanan kontrasepsi dengan dukungan DAK sekaligus memperkuat edukasi keluarga, pengendalian angka kelahiran, dan pendataan keluarga berisiko stunting.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar menargetkan 2.596 pelayanan kontrasepsi sepanjang tahun sebagai bagian dari penguatan Program Keluarga Berencana (KB) untuk membentuk keluarga berkualitas sekaligus mendukung pengendalian angka kelahiran.

Kepala DPPKB Kukar Maman Setiawan mengatakan, program KB tidak hanya berorientasi pada penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga mendorong masyarakat merencanakan kehidupan keluarga sejak sebelum menikah hingga setelah membangun rumah tangga.

“Tujuannya satu, kita harus mewujudkan keluarga yang berkualitas. Ini keluarga yang direncanakan, tidak asal menikah,” kata Maman usai Sosialisasi dan Edukasi Program KB dan Kontrasepsi serta Pelayanan KB Gratis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rapak Mahang, Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Jumat (02/10/2026).

Pelaksanaan pelayanan KB tersebut didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Target 2.596 pelayanan mencakup sejumlah metode kontrasepsi, antara lain intrauterine device (IUD), implan, kondom, dan suntik yang diberikan melalui berbagai momentum pelayanan sepanjang tahun.

Selain mengendalikan kelahiran, program KB juga diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting. Namun, Maman menegaskan penanganan langsung terhadap kasus stunting menjadi ranah Dinas Kesehatan, sedangkan DPPKB Kukar berperan menyiapkan data keluarga yang memiliki risiko.

“Untuk penanganan stuntingnya sendiri bukan di DPPKB, itu ada di Dinas Kesehatan. Tetapi kami memastikan bahwa kami punya data keluarga yang berisiko stunting,” ujarnya.

Data keluarga berisiko stunting dihimpun melalui pendataan keluarga dan dicatat dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Informasi tersebut antara lain memuat faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi sanitasi serta pemenuhan gizi keluarga.

Menurut Maman, ketersediaan data menjadi bagian penting untuk membantu pemerintah mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dini sehingga intervensi dapat diarahkan secara lebih tepat oleh perangkat daerah terkait.

DPPKB Kukar juga memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui program Pojok Cerdas yang dilaksanakan setiap bulan bertepatan dengan kegiatan car free day (CFD). Program tersebut menjadi ruang konsultasi bagi pasangan muda maupun pasangan yang baru membangun keluarga untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan keluarga dan kontrasepsi.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pencapaian target angka kelahiran. Maman menyebut angka kelahiran saat ini berada di kisaran 2,18, sedangkan target yang ingin dicapai sebesar 2,13.

Melalui pelayanan kontrasepsi, pemutakhiran data keluarga berisiko stunting, serta edukasi secara berkelanjutan, DPPKB Kukar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya merencanakan keluarga sehingga pengendalian penduduk dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas keluarga di Kukar. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *