Serangan udara di selatan Lebanon yang menewaskan jurnalis kembali memicu kecaman pemerintah dan sorotan internasional terhadap keselamatan pekerja media di wilayah konflik.
BEIRUT – Serangan udara di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan seorang jurnalis kembali memicu sorotan tajam terhadap perlindungan pekerja media di zona konflik, setelah Pemerintah Lebanon menuding adanya pelanggaran hukum internasional dalam insiden yang terjadi pada Rabu tersebut.
Peristiwa itu menewaskan Amal Khalil, jurnalis harian Lebanon Al-Akhbar, serta melukai fotografer lepas Zeinab Faraj. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan di kawasan perbatasan selatan Lebanon yang selama beberapa waktu terakhir menjadi titik panas ketegangan militer.
Perdana Menteri Lebanon menilai serangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dugaan pelanggaran serius terhadap aturan perang. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut harus ditindaklanjuti secara hukum internasional karena menyangkut keselamatan warga sipil, khususnya jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di lapangan.
“Menurut sejumlah pejabat Lebanon, keduanya sengaja dibidik ketika berusaha berlindung di sebuah rumah setelah serangan awal menghantam kendaraan di depan mereka dan menewaskan dua pria,” sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Rabu, (21/04/2026).
Kronologi yang disampaikan pejabat Lebanon menyebutkan bahwa Khalil dan Faraj berada di lokasi setelah kendaraan di depan mereka lebih dulu terkena serangan yang menewaskan dua pria. Keduanya kemudian disebut mencoba berlindung di sebuah rumah sebelum akhirnya menjadi korban dalam serangan lanjutan.
Insiden ini kembali menambah daftar panjang risiko yang dihadapi jurnalis di wilayah konflik Lebanon selatan, yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami eskalasi kekerasan. Organisasi kebebasan pers sebelumnya telah berulang kali menyerukan perlindungan lebih ketat bagi jurnalis yang bertugas di zona perang.
Pemerintah Lebanon menyatakan akan terus mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut untuk dibawa ke forum internasional, sembari menyerukan agar serangan terhadap jurnalis tidak kembali terjadi di masa mendatang. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan