Pemkab Kobar melepas Kontingen PENAS Petani Nelayan XVII ke Gorontalo dan Kafilah MTQ Korpri VIII ke Murung Raya dengan misi membawa pulang pengalaman, inovasi, dan prestasi.
KOTAWARINGIN BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menitipkan misi besar kepada Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dan Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni membawa pulang pengalaman, prestasi, dan nama baik daerah.
Dua delegasi tersebut resmi dilepas Bupati Kobar Nurhidayah di halaman Kantor Bupati Kobar pada Jumat, 12 Juni 2026, sebagaimana diwartakan Mmc Kobar, Jumat, (12/06/2026). Kontingen PENAS akan mengikuti ajang nasional di Provinsi Gorontalo, sedangkan Kafilah MTQ Korpri akan berlaga di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
Pelepasan ini menjadi momentum bagi Kobar untuk mengirimkan duta terbaik pada dua ajang berbeda. PENAS Petani Nelayan menjadi ruang bagi petani, nelayan, penyuluh, dan instansi teknis untuk menyerap inovasi sektor pertanian dan perikanan. Sementara MTQ Korpri menjadi wadah bagi aparatur sipil negara untuk menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan.
Dalam sambutannya, Nurhidayah menyampaikan bahwa pada Juni 2026, Kobar mendapat kesempatan berpartisipasi dalam dua kegiatan strategis, baik tingkat nasional maupun provinsi.
“Sebagaimana laporan Sekretaris Daerah tadi, bahwa pada bulan Juni ini Kabupaten Kotawaringin Barat akan berpartisipasi pada dua even. Yang pertama even skala nasional, yaitu PENAS Petani Nelayan ketujuh belas di Provinsi Gorontalo, dan yang kedua even skala provinsi, yaitu MTQ KORPRI kedelapan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya,” ujar Bupati Nurhidayah.
Nurhidayah meminta peserta PENAS memanfaatkan ajang tersebut untuk memperluas wawasan dan membawa pulang pengetahuan baru. Menurutnya, instansi teknis, penyuluh pertanian, dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) memiliki peran penting dalam menerapkan hasil kegiatan bagi kemajuan daerah.
“Saya meminta agar kegiatan dimaksud dapat diikuti dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi instansi teknis, penyuluh pertanian, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan atau KTNA yang diberangkatkan,” tegasnya.
Ia berharap peserta PENAS tidak hanya hadir sebagai perwakilan daerah, tetapi juga mampu mempelajari berbagai inovasi, teknologi, dan pengalaman yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan nelayan di Kobar.
Di sisi lain, Nurhidayah juga memberikan dorongan kepada Kafilah MTQ Korpri agar tampil maksimal pada setiap cabang lomba. Ia berharap Korpri Kobar mampu mempertahankan predikat juara umum pada tingkat Kalteng.
“Saya meminta seluruh peserta cabang lomba dapat menampilkan kemampuan yang terbaik, sehingga predikat juara umum MTQ KORPRI dapat kembali diraih oleh KORPRI Kabupaten Kotawaringin Barat,” ungkapnya.
Selain mengejar prestasi, Nurhidayah mengingatkan seluruh anggota kontingen dan kafilah agar menjaga disiplin, kekompakan, kesehatan, serta nama baik daerah selama mengikuti kegiatan.
“Saya berpesan kepada kedua kontingen dan kafilah Kabupaten Kotawaringin Barat yang akan diberangkatkan menuju Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Murung Raya untuk menjaga nama baik daerah, menjaga kekompakan, kesehatan, dan kebersamaan,” pesannya.
Pemkab Kobar berharap keikutsertaan dua delegasi tersebut tidak berhenti pada seremoni keberangkatan, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi daerah, baik melalui peningkatan kapasitas petani dan nelayan maupun prestasi aparatur dalam MTQ Korpri. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan