Pemkab Nunukan Matangkan Verifikasi Program, Cegah Tumpang Tindih Anggaran

Pemkab Nunukan memperketat verifikasi Renja OPD melalui penyamaan standar dan metodologi guna memastikan program pembangunan lebih terukur, sinkron, dan tepat sasaran.

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Nunukan memperketat tahapan verifikasi Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah guna memastikan kualitas program dan efektivitas penggunaan anggaran pada tahun perencanaan mendatang.

Langkah tersebut diawali dengan rapat koordinasi internal yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (28/04/2026) di ruang rapat lantai 2 kantor Bappeda Litbang Nunukan. Forum ini difokuskan untuk menyamakan standar penilaian serta metodologi verifikasi sebelum tahapan resmi terhadap dokumen Renja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilaksanakan.

Melalui penyamaan persepsi tersebut, seluruh tim verifikator diharapkan memiliki keseragaman dalam menilai keselarasan program, kegiatan, dan indikator kinerja yang diajukan OPD. Proses ini dinilai krusial agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang berpotensi memengaruhi kualitas dokumen perencanaan.

Verifikasi Renja OPD yang dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya menjadi tahapan strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Setiap usulan kegiatan akan dikaji secara komprehensif, mencakup aspek legalitas, rasionalitas anggaran, hingga kontribusinya terhadap pencapaian target kinerja daerah.

Selain itu, tahapan ini juga bertujuan untuk memastikan sinkronisasi antara program OPD dengan dokumen perencanaan yang lebih tinggi, sehingga tercipta kesinambungan pembangunan. Dengan verifikasi yang ketat, Pemkab Nunukan menargetkan seluruh program yang diusulkan benar-benar terukur, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bappeda Litbang Nunukan menegaskan komitmennya untuk meminimalisir potensi tumpang tindih program antarperangkat daerah melalui koordinasi internal yang solid. Setelah rapat koordinasi selesai, tim akan langsung melaksanakan asistensi dan verifikasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen Renja OPD yang lebih sistematis, sinkron, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat akuntabilitas perencanaan pembangunan daerah ke depan, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa (28/04/2026). []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com