Pertalite Eceran Berujung Maut, Balita Tewas Terbakar

Kebakaran di Sungai Duri, Bengkayang, diduga dipicu percikan api saat pemilik rumah menyalin pertalite dari mobil ke jeriken untuk dijual eceran.

BENGKAYANG – Aktivitas penyalinan bahan bakar minyak ke jeriken di rumah warga berujung maut setelah api membakar mobil dan merembet ke rumah di Dusun Sungai Belanga, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (07/06/2026) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).

Peristiwa itu menyebabkan seorang anak meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar berat. Korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Raya Bengkayang, Imam Widhiatmoko, mengatakan kebakaran tersebut menimpa satu keluarga, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Selasa, (09/06/2026).

“Telah terjadi peristiwa kebakaran yang menimpa satu keluarga di Kabupaten Bengkayang. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban,” katanya saat dikonfirmasi pada Selasa 9 Juni 2026.

“Salah satu anak dilaporkan meninggal dunia, sedangkan anak lainnya masih dalam perawatan medis,” ucap AKP Imam.

Sebelum kebakaran terjadi, pemilik rumah, Masudi (38), diketahui sedang menyalin minyak pertalite dari mobil pribadinya ke dalam jeriken untuk dijual eceran. Saat itu, anaknya, Irkhos Amiri (5), berada di dalam mobil.

Api tiba-tiba menyambar minyak yang sedang dipindahkan. Kobaran api kemudian membesar dan membakar mobil. Masudi berusaha menyelamatkan anaknya dari dalam kendaraan yang terbakar, lalu berteriak meminta pertolongan warga.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan dan membantu memadamkan api. Tidak lama kemudian, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sungai Duri tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemadaman.

Api berhasil dikendalikan sebelum seluruh rumah hangus terbakar. Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu potong kayu balok yang terbakar dan satu potongan bagian mobil yang juga terbakar.

Imam menjelaskan, api diduga dipicu korsleting pada mobil pribadi milik korban.

“Yang mana memicu percikan sehingga menimbulkan api dan membakar mobil pribadinya hingga merembet ke rumah,” jelasnya.

Saksi mata, Juhdi, menyebut dirinya langsung mendatangi sumber suara setelah mendengar teriakan. Setibanya di lokasi, ia melihat api sudah membakar mobil dan sebagian rumah.

Saksi lainnya, Hayun, juga melihat api saat melintas di depan rumah korban. Ia kemudian ikut membantu memadamkan kebakaran tersebut.

“Melihat kebakaran tersebut saksi Hayun ini langsung bergegas untuk memadamkan api tersebut,” jelas AKP Imam.

Akibat kejadian ini, kerugian material meliputi satu unit mobil Kijang Super, satu unit mesin jahit, dan satu unit rumah. Peristiwa tersebut menjadi peringatan agar aktivitas pemindahan bahan bakar tidak dilakukan sembarangan, terutama di area permukiman yang berisiko tinggi memicu kebakaran. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com