PENAJAM PASER UTARA — Memasuki sembilan bulan masa kepemimpinan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, berbagai program pembangunan strategis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mulai menunjukkan perkembangan nyata di berbagai sektor.
Sejumlah bidang prioritas mengalami percepatan signifikan, di antaranya pendidikan, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, ekonomi daerah, lingkungan hidup, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pembangunan jangka menengah sekaligus menjawab tantangan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada sektor pendidikan, Pemkab PPU terus menggenjot revitalisasi satuan pendidikan serta mempersiapkan pelaksanaan program digitalisasi pembelajaran yang ditargetkan berjalan optimal pada 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi.
Upaya peningkatan akses pendidikan tersebut diperkuat melalui penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik melalui program Kartu Penajam Cerdas. Kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi orang tua serta memastikan seluruh anak di PPU memperoleh kesempatan pendidikan yang setara tanpa terkendala faktor biaya.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab PPU memberikan perhatian serius terhadap penguatan manajemen aset daerah. Langkah ini dilakukan guna memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu menopang pelaksanaan pembangunan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Sementara itu, sektor ekonomi daerah diarahkan pada pengembangan potensi kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan. Penguatan sektor perkebunan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus utama dalam sembilan bulan kepemimpinan Bupati Mudyat Noor. Sejumlah proyek strategis mulai terealisasi, di antaranya pembangunan Jembatan Riko, pelebaran jalan provinsi dan Jalan Silkar, serta pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake dan Bendung Lawe-Lawe. Kehadiran dua bendung tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air baku sekaligus mendukung sektor pertanian.
Selain itu, penataan Daerah Irigasi (DI) Babulu turut dilakukan sebagai langkah meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup diwujudkan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Buluminung. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan ramah lingkungan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di sektor perumahan rakyat, Pemkab PPU terus mendorong penanganan rumah tidak layak huni serta penyediaan rumah subsidi murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian dan taraf hidup masyarakat.
Selain itu, kebijakan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab PPU untuk mengonsumsi beras lokal juga diberlakukan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberdayakan petani lokal agar roda perekonomian sektor pertanian terus tumbuh.
Rangkaian program dan kebijakan tersebut mencerminkan kesungguhan Bupati Mudyat Noor dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan pijakan kebijakan yang terarah dan berkelanjutan, pemerintah daerah berharap PPU semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta siap berperan sebagai wilayah penyangga strategis di Kalimantan Timur, seiring dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara di kawasan sekitar. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan