KOTAWARINGIN TIMUR — Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026 mendorong Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penumpang yang hendak melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.
Layanan ini disiapkan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi kesehatan para pemudik tetap terjaga sebelum menempuh perjalanan jarak jauh.
Kepala BKK Kelas II Sampit dr. I Gusti Ayu Agung Darmawati menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah guna mencegah penyebaran penyakit menular.
Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan para penumpang berada dalam kondisi fisik yang layak sebelum melakukan perjalanan mudik.
“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan agar para penumpang bisa mengetahui kondisi tubuhnya sebelum berangkat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman,” ujarnya di Sampit, Minggu (15/03/2026).
Berbagai layanan kesehatan disediakan secara cuma-cuma bagi pemudik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran berat badan, lingkar perut, hingga pemeriksaan kadar kolesterol dan gula darah.
Selain itu, pemudik juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis serta memperoleh obat-obatan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan tertentu.
BKK Sampit menargetkan sedikitnya 50 orang pemudik mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis setiap hari. Namun, jumlah tersebut masih dapat disesuaikan jika antusiasme masyarakat meningkat.
“Target awal sekitar lima puluh orang per hari karena keterbatasan tenaga dan alat. Tetapi jika ada pemudik lain yang ingin memeriksakan kesehatan, kami tetap berusaha melayani sesuai kemampuan yang ada,” jelas Darmawati.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis, sebagian pemudik diketahui memiliki tekanan darah relatif tinggi dan kadar kolesterol di atas batas normal. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan.
“Kami menemukan beberapa pemudik dengan tekanan darah dan kolesterol yang cukup tinggi, tetapi secara umum masih aman untuk melakukan perjalanan,” katanya.
Untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang di masa puncak arus mudik, BKK Sampit menyiagakan sembilan tenaga kesehatan yang ditempatkan di beberapa titik layanan.
Petugas dibagi dalam beberapa tim, mulai dari tim pengawasan di area embarkasi hingga tim medis yang bertugas di posko kesehatan.
“Kami juga menyiapkan ambulans sebagai langkah antisipasi apabila ada penumpang yang membutuhkan penanganan medis darurat,” tambah Darmawati.
Layanan kesehatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penumpang, tetapi juga terbuka bagi petugas kapal maupun pekerja di kawasan pelabuhan yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Selain itu, BKK Sampit juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit menular seperti virus Nipah dan Tuberkulosis (TBC).
Pemudik dianjurkan tetap menggunakan masker di tempat keramaian serta menjaga kebersihan tangan selama perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker di kerumunan, dan rutin mencuci tangan agar terhindar dari risiko penularan penyakit,” tuturnya.
Upaya pengawasan kesehatan tersebut juga dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan serta sejumlah puskesmas di wilayah setempat.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga keamanan kesehatan di pintu masuk wilayah sekaligus memastikan arus mudik berlangsung aman dan sehat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan berbagai pihak sangat penting agar pintu masuk wilayah tetap aman dari potensi penyakit,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan