Dua helikopter BNPB dikerahkan untuk menjangkau kebakaran di lahan gambut dan kawasan terpencil setelah 151,7 hektare lahan di Kotim terbakar sejak Januari 2026.
KOTAWARINGIN TIMUR – Dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemadaman melalui udara diprioritaskan pada titik api di kawasan terpencil dan lahan gambut yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Penguatan operasi dilakukan setelah luas lahan yang terbakar di Kotim mencapai 151,7 hektare sejak Januari hingga 14 Juli 2026. Pada periode tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat 372 titik panas (hotspot) yang memicu 72 kejadian karhutla.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotim Multazam mengatakan, tim gabungan telah menangani 64 dari 72 kejadian kebakaran tersebut. Data luas lahan terbakar masih dapat berubah karena proses pengukuran, verifikasi, dan pembaruan informasi dari lapangan terus dilakukan.
Multazam menyampaikan perkembangan penanganan karhutla tersebut sebagaimana diberitakan Detik Kalimantan, Rabu, (15/07/2026).
“Luas lahan yang terbakar mencapai 151,7 hektare. Wilayah tengah menjadi daerah paling terdampak dengan 77,93 hektare atau sekitar 51,37 persen dari total area terbakar. Sementara wilayah selatan menyumbang 72,33 hektare atau 47,68 persen, sedangkan wilayah utara hanya 1,45 hektare atau sekitar 0,96 persen,” kata Multazam, Rabu (15/07/2026).
Wilayah tengah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Parenggean, Kota Besi, Cempaga Hulu, Cempaga, Telawang, Seranau, dan Baamang. Sementara itu, kawasan selatan mencakup Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut.
Meski wilayah utara mencatat jumlah titik panas tertinggi, luas kebakaran di kawasan tersebut relatif kecil. Antang Kalang tercatat memiliki akumulasi 70 titik panas, tetapi hampir tidak ditemukan kebakaran lahan di kecamatan itu.
“Menariknya, Kecamatan Antang Kalang di wilayah utara mencatat akumulasi hotspot tertinggi, yakni mencapai 70 titik panas. Namun, hingga kini hampir tidak ditemukan kebakaran lahan di kawasan tersebut. Satu-satunya kejadian yang tercatat di wilayah utara berada di Kecamatan Mentaya Hulu dengan luas sekitar 1,45 hektare,” ujarnya.
Kebakaran terbaru kembali terjadi pada Selasa (14/07/2026) sore. Petugas gabungan menangani lima titik kebakaran baru yang muncul di sejumlah wilayah Kotim.
Sebagian besar kebakaran berhasil dikendalikan. Namun, kondisi di dua lokasi, yakni kawasan Begendang di Desa Ramban dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, belum sepenuhnya terpantau sehingga petugas masih menunggu perkembangan dari lapangan.
“Kami berhasil memadamkan lima titik kebakaran baru, kecuali di Begendang Desa Ramban dan Mentaya Hilir Selatan yang sampai saat ini masih menunggu informasi perkembangan,” ujar dia.
Multazam menjelaskan, luas lahan terbakar diperoleh melalui pengukuran langsung saat petugas melakukan penanganan. Data tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah apabila ditemukan area kebakaran baru atau hasil verifikasi menunjukkan perubahan luas terdampak.
Pengerahan dua helikopter water bombing diharapkan mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke kawasan lain. Dukungan udara terutama dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut yang dapat menyimpan api di bawah permukaan tanah.
“Langkah ini diharapkan mampu memadamkan api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran, mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan meningkatkan potensi munculnya titik-titik api baru di berbagai wilayah Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
BPBD Kotim bersama tim gabungan akan melanjutkan pemantauan titik panas, operasi pemadaman darat, dan penyiraman melalui udara selama potensi kebakaran masih tinggi. Penguatan penanganan diharapkan dapat membatasi luas lahan terdampak serta mencegah munculnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan