ilustrasi

Api Nyaris Sambar Rumah dan Tiang Listrik di Sampit

Dua kebakaran lahan yang diduga dipicu pembakaran sampah dan unsur kesengajaan nyaris menjalar ke rumah warga serta jaringan listrik di Kota Sampit.

KOTAWARINGIN TIMUR – Dua kebakaran lahan yang diduga dipicu aktivitas manusia mengancam permukiman dan jaringan listrik di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu, (12/07/2026). Petugas berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke bangunan warga.

Kebakaran terjadi di dua lokasi dalam selang waktu kurang dari lima jam. Titik api pertama berada di belakang rumah warga di Jalan Desmon Ali, Kecamatan Baamang, sedangkan kebakaran kedua muncul di Jalan MT Haryono Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Peristiwa tersebut menjadi peringatan terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kondisi cuaca mulai mengering, terutama karena dua kejadian itu diduga berkaitan dengan pembakaran sampah dan unsur kesengajaan.

Kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 13.25 Waktu Indonesia Barat (WIB) di halaman belakang rumah warga di Jalan Desmon Ali Nomor 17, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.

Seorang warga bernama Sasa melaporkan kobaran api setelah melihat semak belukar di belakang rumahnya terbakar. Personel Peleton II Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim kemudian dikerahkan ke lokasi.

Saat petugas tiba, api telah membakar lahan semak seluas sekitar 6 x 8 meter dan berada cukup dekat dengan rumah warga. Pemadaman berlangsung sekitar 10 menit hingga api dapat dikendalikan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran tersebut diduga dipicu kelalaian saat melakukan pembakaran sampah.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Prioritas kami memutus penyebaran api agar tidak merembet ke rumah warga,” ujar Kepala Peleton II Disdamkarmat Kotim Muhammad Febbry, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Minggu, (12/07/2026).

Sekitar pukul 18.25 WIB, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di Jalan MT Haryono Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Api di lokasi kedua muncul pada dua titik. Titik pertama hanya berjarak sekitar tiga meter dari rumah warga, sedangkan titik lainnya berada sekitar 10 meter dari tiang listrik.

Kedekatan api dengan permukiman dan fasilitas kelistrikan membuat petugas harus mempercepat pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan risiko yang lebih besar.

Petugas memerlukan waktu sekitar 38 menit untuk memadamkan seluruh titik api. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 x 50 meter.

Hasil penanganan awal mengarah pada dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja atau arson. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas dan mengancam keselamatan warga,” tegasnya.

Dalam penanganan kebakaran di Baamang, Disdamkarmat Kotim mendapat dukungan Relawan Kebakaran Swadaya Baamang. Sementara pemadaman di Jalan MT Haryono Barat dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer (Koramil) Ketapang.

Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kedua kejadian tersebut. Namun, munculnya dua kebakaran dalam satu hari menunjukkan bahwa kelalaian dan pembakaran lahan dapat dengan cepat mengancam keselamatan warga, permukiman, serta fasilitas umum di Kotim. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com