ilustrasi

Aula SMPN 2 Bumbung Terbakar, Kerugian Capai Rp405 Juta

Keterbatasan pasokan air memaksa siswa dan warga mengambil air dari sungai sejauh 500 meter untuk memadamkan kebakaran aula SMPN 2 Bumbung yang menyebabkan kerugian sekitar Rp405 juta.

BENGKAYANG – Siswa, guru, dan warga bergotong royong memadamkan kebakaran yang menghanguskan bangunan aula Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bumbung di Dusun Bumbung, Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (14/07/2026). Mereka harus mengambil air dari sungai berjarak sekitar 500 meter karena aliran air menuju sekolah tidak tersedia selama musim kemarau.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp405 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu karena seluruh warga sekolah telah meninggalkan ruang belajar saat api membesar.

Peristiwa tersebut, sebagaimana diberitakan Media Kalbar, Selasa, (14/07/2026), bermula ketika kepulan asap tebal terlihat dari bagian atap ruang bawah aula sekitar pukul 13.20 WIB. Seorang guru yang berada di dekat lokasi kemudian meneriakkan tanda bahaya untuk meminta pertolongan.

Guru, siswa asrama, dan warga yang berada di sekitar sekolah berusaha mengendalikan api menggunakan tangki semprot dan ember. Mereka berupaya mencegah api merembet ke bangunan lain di kompleks sekolah.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Bumbung Patrisius Didik menjelaskan kronologi tersebut melalui surat laporan kejadian bencana kebakaran Nomor 400/001/SMPN2_SLS/VII/2026.

“Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran kronologis dampak, serta upaya penanganan yang telah dilakukan terkait musibah kebakaran yang menimpa fasilitas gedung SMP Negeri 2 seluas laporan ini juga berfungsi sebagai bahan evaluasi dan dasar pengajuan perbaikan sarana prasarana kepada pihak terkait,” tulis Patrisius Didik.

Dalam laporannya, Patrisius menyebut keterbatasan pasokan air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Siswa dan warga harus mengambil air dari sungai karena air tidak mengalir menuju sekolah selama musim kemarau.

“Kronologis kejadian yaitu pada pukul 13.20 WIB terlihat kepulauan asap tebal dari atap ruang bawah aula salah satu guru yang berada di dekat lokasi langsung meneriakkan tanda bahaya. Kemudian pada pukul 13.35 Waktu Indonesia Barat guru dan siswa asrama yang berada di dekat sekolah segera mendekati lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya yaitu menggunakan tangki semprot dan ember agar api tidak menjalar ke bangunan di sebelah atasnya karena mengingat musim kemarau air tidak mengalir ke sekolah sehingga siswa dan warga mengambil air dari sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah. Selanjutnya pada pukul 15.00 WIB api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh siswa dan warga,” bebernya.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan informasi warga di sekitar lokasi, api diduga berasal dari rumput ilalang kering yang terbakar di depan kantin. Kebakaran ilalang tersebut diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Api kemudian merembet menuju gedung aula melalui jendela yang kondisinya telah lapuk. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Saat memperoleh informasi, Heru sedang dalam perjalanan dari Sungkung melewati Suru Tembawang.

“Benar, salah satu gedung sekolah SMPN 02 Bumbung Kecamatan Seluas Terbakar pada Selasa siang dan saya telah diberitahukan oleh piha sekolah yang saat ini saya masih dalam perjalanan dari Sungkung melewati Suru Tembawang.”

Heru mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkayang telah meminta pihak sekolah menyampaikan laporan lengkap mengenai kronologi dan kerugian akibat kebakaran.

“Baru juga mendapat info dari sekolah dan kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang sudah meminta pihak Kepala Sekolah dan dewan guru untuk melaporkan kejadiannya tersebut dan semoga gedung yang terbakar bisa tertangani dan tidak merembet ke areal yang lain,” Ujar Heru Pujiono.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis juga telah menerima laporan mengenai kebakaran dari Disdikbud Bengkayang dan pihak sekolah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang berjanji segera menangani dampak kebakaran setelah menerima laporan terperinci.

“Dengan kejadian ini, secepatnya akan Pemkab Bengkayang atasi, dan tentunya kami meminta pihak sekolah melaporkan secara detail kejadian tersebut segera,” pungkasnya singkat.

Berdasarkan pendataan sekolah, seluruh bangunan aula lama mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta. Kebakaran juga merusak meja, kursi, dan papan tulis senilai sekitar Rp5 juta.

“Catatan berdasarkan evakuasi yang cepat dan sesuai prosedur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini korban meninggal luka berat dan luka ringan pun nihil. Namun dari laporan yang kami sampaikan kerugian material akibat kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan gedung bawah aula yaitu tingkat kerusakan estimasi kerugian ruang aula lama rusak berat dengan nilai sebesar Rp400 juta kemudian meja kursi papan tulis rusak sekitar Rp.5 juta rupiah dengan total kerugian sebesar Rp405 juta.”

Setelah api dipadamkan, pihak sekolah mengevakuasi warga sekolah ke lokasi aman dan berkoordinasi dengan Disdikbud Bengkayang, koordinator wilayah pendidikan, kepala dusun, Ketua Rukun Tetangga (RT), komite sekolah, dan kepolisian. Area terdampak juga telah dipasangi garis polisi untuk mencegah warga memasuki bangunan yang berisiko.

Pihak sekolah selanjutnya akan mengajukan rehabilitasi gedung dan dana darurat kepada instansi terkait. Pemkab Bengkayang diharapkan segera memastikan ketersediaan ruang pengganti agar kegiatan belajar dan aktivitas sekolah tidak terganggu akibat kerusakan aula tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com