Pemkab Kutim menyiapkan pelaksanaan Erau Kutai sebagai strategi pelestarian budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan kebangkitan tradisi budaya lokal melalui rencana pelaksanaan Erau Kutai pada 2026, yang diarahkan tidak hanya sebagai agenda adat, tetapi juga penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat pengukuhan Pemangku Adat Kutai di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta, Rabu (22/04/2026), di hadapan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin beserta permaisuri, sebagaimana diberitakan Media Center, Rabu (23/04/2026).
“Setelah dikukuhkanya Pemangku Adat (Kutai) dan rumah adat di Kutai Timur, Maka sesuai dengan janji saya dengan ayahanda (Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura). Maka Insya Allah dengan segenap kemampuan kita akan mulai (Erau),” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, pelaksanaan Erau akan disesuaikan dengan momentum daerah, baik digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi Kutim pada Oktober mendatang maupun sebagai agenda tersendiri. Namun, ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap menonjolkan kekayaan adat dan budaya Kutai.
“Apakah Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, Pelas Laut dan berbagai kegiatan seni dan Budaya Kutai. Termasuk festival olahraga tradisional yang mudah-mudahan mampu memberikan Apakah Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, Pelas Laut, serta berbagai kegiatan seni dan budaya Kutai, termasuk festival olahraga tradisional, yang mudah-mudahan mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Pemkab Kutim menilai, Erau memiliki potensi besar sebagai instrumen pelestarian budaya sekaligus ruang partisipasi generasi muda dalam menjaga identitas daerah. Oleh karena itu, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci agar kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberi manfaat berkelanjutan.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas seni, hingga masyarakat umum, guna memastikan pelaksanaan Erau berjalan optimal dan berdampak luas bagi penguatan citra Kutim sebagai salah satu pusat kebudayaan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan persiapan yang matang, Pemkab Kutim berharap Erau Kutai dapat menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur sekaligus memperkuat sektor ekonomi berbasis budaya di daerah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan