Laporan masyarakat melalui WhatsApp membuat BPBD Barut dan Manggala Agni dapat bergerak cepat mengendalikan karhutla seluas sekitar 0,9 hektare sebelum menjalar ke kawasan lain.
BARITO UTARA – Respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara (Barut) atas laporan masyarakat berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,9 hektare di Jalan A. Muzakir, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kalimantan Tengah (Kalteng), meluas pada Minggu (12/07/2026).
Kebakaran permukaan itu melanda lahan bertanah mineral yang dipenuhi tumpukan pohon bekas tebangan, dedaunan kering, dan semak belukar. Material yang mudah terbakar tersebut berpotensi mempercepat penjalaran api apabila tidak segera ditangani.
Informasi mengenai kemunculan api pertama kali disampaikan masyarakat melalui aplikasi WhatsApp kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Barut pada pukul 15.16 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Empat menit setelah laporan diterima, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB BPBD Barut langsung bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 15.45 WIB dan menemukan sejumlah titik api masih menyala di antara tumpukan kayu, dedaunan, serta semak belukar.
Tim kemudian melakukan pemadaman menggunakan lima unit jet shooter. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.15 WIB setelah petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Operasi pemadaman turut melibatkan Manggala Agni. Selain lima unit jet shooter, petugas mengerahkan satu mobil pemasok air atau water supply milik BPBD Barut, satu mobil slip-on milik Manggala Agni, dua sepeda motor lapangan tipe CRF, serta satu mesin portabel.
Seluruh personel meninggalkan lokasi dan kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD Barut sekitar pukul 17.40 WIB setelah proses pendinginan dan pemeriksaan titik api dinyatakan selesai.
Kepala BPBD Barut Ikhsan melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Rizali Hadi, sebagaimana dilansir Media Dayak, Minggu, (12/07/2026), mengatakan kecepatan penyampaian informasi menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran menjalar ke wilayah yang lebih luas.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini sehingga petugas dapat bergerak cepat. Sinergi antara BPBD dan Manggala Agni berhasil mengendalikan kebakaran sebelum meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla,” ujar Rizali Hadi, Minggu (12/07/2026).
Keberhasilan pemadaman tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melaporkan kemunculan titik api sejak dini. Warga juga diharapkan menghindari aktivitas pembakaran lahan untuk mengurangi risiko karhutla selama kondisi cuaca kering. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan