GAMAS Bartim Gerakkan Ribuan Ayah Dampingi Anak ke Sekolah

Ribuan ayah di Bartim menyesuaikan waktu kerja untuk mendampingi anak memasuki tahun ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari gerakan penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan.

BARITO TIMUR – Ribuan ayah di Kabupaten Barito Timur (Bartim) menyisihkan waktu di tengah kesibukan kerja untuk mendampingi putra-putri mereka memasuki hari pertama tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/07/2026). Kehadiran para ayah di sekolah menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim memperluas keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Para ayah mengantar anak yang menempuh pendidikan pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tamiang Layang, ratusan ayah telah berdatangan sejak pagi bersama anak-anak mereka. Sebagian ayah bahkan menyesuaikan jadwal pekerjaan agar dapat mendampingi anak memasuki lingkungan sekolah dan menghadapi suasana belajar yang baru.

Warga Teluk Dalam, Kelurahan Tamiang Layang, Trisiano, mengatakan kesempatan mengantar anak ke sekolah memberikan pengalaman berbeda karena selama ini tugas tersebut lebih sering dilakukan oleh istrinya, sebagaimana diberitakan Media Center Barito Timur, Senin (13/07/2026).

“Biasanya anak-anak diantar ibunya ke sekolah. Hari ini saya ingin mengambil kesempatan untuk mendampingi mereka. Rasanya senang bisa menjadi bagian dari momen penting di hari pertama sekolah,” ujarnya.

Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mengantar anak hingga gerbang. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat memberikan rasa aman dan membantu anak menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar.

Warga Desa Gumpa, Wayan Cakre, menilai keterlibatan ayah perlu menjadi bagian dari proses pendidikan anak, bukan hanya dilakukan pada momentum hari pertama sekolah.

“Mengantar anak ke sekolah bukan sekadar mengantar ke gerbang, tetapi menjadi wujud nyata kasih sayang, perhatian, dan dukungan seorang ayah terhadap pendidikan anak. Kehadiran ayah dapat memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membantu anak beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru,” katanya.

Menurut Wayan, keterlibatan ayah juga dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga, membangun komunikasi yang lebih baik, dan meningkatkan motivasi belajar anak. Dukungan kedua orang tua dinilai berperan dalam menumbuhkan kedisiplinan serta mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, diharapkan semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak, karena pendidikan terbaik selalu dimulai dari keluarga,” tambahnya.

Pelaksanaan GAMAS di Bartim mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Bartim Nomor 463.2/158/DP3AKB/VI/2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program tersebut menjadi implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Kode DP3AKB dalam SE tersebut merujuk pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bartim. Melalui kebijakan itu, Bupati Bartim M. Yamin mengajak para ayah atau wali murid laki-laki hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah.

GAMAS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada awal tahun ajaran, tetapi menjadi pintu masuk bagi keterlibatan ayah yang lebih konsisten dalam pendidikan, pengasuhan, dan tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com