Sholat Idul Adha yang dilaksanakan 10 Zulhijah menjadi ibadah sunnah muakkad yang meneguhkan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan solidaritas umat Islam.
JAKARTA – Pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar setiap 10 Zulhijah dipahami bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan umat Islam dalam memperkuat nilai spiritual dan sosial sebelum dimulainya penyembelihan hewan kurban. Ibadah ini dilakukan secara berjamaah pada pagi hari dan memiliki kedudukan sunnah muakkad atau sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Sholat Idul Adha juga menjadi ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dalam satu صف (barisan) ibadah, termasuk laki-laki, perempuan, hingga anak-anak, sebagai bentuk syiar dan penguatan ukhuwah. Ketentuan ini merujuk pada sejumlah riwayat hadis yang menggambarkan anjuran Rasulullah SAW agar umat Islam turut serta dalam perayaan hari raya.
Ummu Athiyah RA meriwayatkan, “Kami diperintahkan keluar untuk sholat hari raya, bahkan anak-anak gadis juga diperintahkan keluar dari rumahnya untuk melakukan sholat hari raya dan juga perempuan-perempuan yang sedang haid, tetapi mereka hanya berada di belakang orang-orang yang mengerjakan sholat serta mereka ikut bertakbir dan berdoa bersama-sama mengharapkan keberkahan dan kesucian hari itu.” (HR Bukhari), sebagaimana diwartakan Detik Hikmah, Rabu, (26/05/2026).
Dalam kajian fikih, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq, Sholat Idul Adha dikategorikan sebagai sunnah muakkad, yakni amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Ibadah ini mulai disyariatkan pada tahun pertama Hijriah bersamaan dengan Sholat Idul Fitri, sehingga keduanya dikenal sebagai dua sholat hari raya dalam Islam.
Selain dimensi ritual, Sholat Idul Adha juga memiliki nilai sosial yang kuat karena menjadi pembuka rangkaian ibadah kurban. Setelah sholat dilaksanakan, umat Islam melanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan demikian, Sholat Idul Adha tidak hanya dipandang sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas dan memperkuat nilai kebersamaan umat dalam momentum hari raya besar Islam. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan