Pontianak meraih juara umum dengan 68 medali, sementara pelaksanaan Forprov II Kalbar diharapkan memperluas promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Singkawang.
SINGKAWANG – Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 tidak hanya menghasilkan Kota Pontianak sebagai juara umum, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Singkawang kepada kontingen dari berbagai daerah.
Ajang yang berlangsung sejak 5 Juli 2026 tersebut, sebagaimana dilansir Humas Singkawang, Minggu (12/07/2026), resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Harison bersama Sekda Kota Singkawang Dwi Yanti di halaman Mess Daerah Kota Singkawang.
Pontianak meraih gelar juara umum setelah mengumpulkan 68 medali, terdiri atas 25 emas, 25 perak, dan 18 perunggu. Tuan rumah Singkawang berada di peringkat kedua dengan 59 medali, yakni 22 emas, 16 perak, dan 21 perunggu.
Kabupaten Kubu Raya menempati posisi ketiga dengan koleksi 48 medali, terdiri atas 18 emas, 17 perak, dan 13 perunggu.
Dwi Yanti menilai kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota memberikan dampak lebih luas bagi Singkawang. Selain menggerakkan kegiatan olahraga masyarakat, Forprov II Kalbar dinilai efektif memperkenalkan daya tarik daerah kepada masyarakat luar.
“Tentu ajang ini membantu memperkenalkan seluruh potensi Singkawang kepada masyarakat luar. Setiap peserta diharapkan menceritakan pengalaman indah yang mereka dapat selama berada di Kota Singkawang,” ujarnya.
Sementara itu, Harison mengatakan Forprov bukan sekadar arena perebutan medali. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah membudayakan olahraga masyarakat sekaligus menciptakan kebugaran dan kebahagiaan bagi peserta maupun penonton.
“Sepanjang event ini digelar, seluruh peserta dan penonton larut dalam kebahagiaan. Kita tidak hanya ingin mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, tetapi juga harus bahagia,” katanya.
Menurut Harison, olahraga masyarakat dan permainan tradisional dapat menumbuhkan karakter disiplin, kerja keras, kepemimpinan, kebersamaan, serta sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
“Bangsa yang tangguh terbentuk melalui kerja sama, disiplin, kerja keras dan saling menghargai perbedaan. Lewat Forprov inilah kita diajarkan hal tersebut sebagai modal membangun bangsa,” ujarnya.
Berakhirnya Forprov II Kalbar diharapkan tidak hanya memperkuat budaya hidup sehat dan pelestarian permainan tradisional, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi promosi pariwisata serta pertumbuhan ekonomi kreatif Singkawang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan