ilustrasi

Banjir Rob Rendam Jalan, Perahu Jadi Angkutan Pelajar

Kelurahan Bontang Kuala menerapkan layanan sambung perahu dan mobil untuk memastikan pelajar tetap dapat bersekolah saat jalan utama terendam banjir rob.

BONTANG – Kelurahan Bontang Kuala menyiapkan layanan transportasi sambung menggunakan perahu karet dan mobil operasional untuk mengantar pelajar melewati jalan yang terendam banjir rob, Rabu (15/07/2026). Langkah itu dilakukan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan meski akses utama permukiman pesisir tersebut tidak dapat dilalui kendaraan secara aman.

Perahu karet digunakan untuk membawa pelajar dari kawasan terdampak menuju titik yang tidak lagi tergenang. Setelah tiba di lokasi aman, perjalanan mereka dilanjutkan menggunakan mobil operasional kelurahan menuju sekolah.

Layanan tersebut mulai disiagakan sejak pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Pengoperasian perahu melibatkan staf kelurahan, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Perahu yang digunakan merupakan pinjaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Petugas mendorong dan mengarahkan perahu secara bergantian untuk membantu para pelajar melewati ruas jalan yang terendam air laut.

Lurah Bontang Kuala Ardiansyah mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mencegah pelajar terlambat mengikuti kegiatan belajar akibat terhambat banjir rob.

“Kami sudah sejak pukul 06.00 Wita bersiaga. Perahu didorong bergantian oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kasihan kalau anak-anak sampai terlambat sekolah,” ujarnya.

Penggunaan perahu juga ditujukan untuk menghindari kerusakan kendaraan apabila mobil operasional dipaksakan melintasi genangan yang cukup tinggi.

“Kalau mobil dipaksa menerobos banjir bisa rusak. Jadi perahu mengantar sampai titik aman, lalu mobil melanjutkan perjalanan ke sekolah,” jelasnya.

Skema pengantaran pelajar tersebut, sebagaimana diberitakan Klikkaltim, Rabu, (15/07/2026), diterapkan setelah air pasang menggenangi jalan utama di Bontang Kuala dan menghambat mobilitas warga yang hendak bekerja maupun bersekolah.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kelurahan, banjir rob diperkirakan masih berlangsung hingga Jumat (17/07/2026). Kenaikan air laut menyebabkan sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan secara normal, terutama pada waktu pasang tertinggi.

Sebagian warga tetap menggunakan jalur trotoar kayu untuk melewati kawasan tergenang. Namun, kondisi akses tersebut dilaporkan telah memprihatinkan, sempit, dan berisiko menyebabkan pengguna terpeleset atau terjatuh ke laut.

Penyediaan perahu dan mobil operasional menjadi langkah penanganan sementara untuk memastikan para pelajar tetap memperoleh akses menuju sekolah. Penanganan jangka panjang terhadap banjir rob dan perbaikan jalur pejalan kaki diperlukan agar keselamatan serta aktivitas warga pesisir Bontang Kuala tidak terus bergantung pada kondisi pasang air laut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com