Seorang perempuan bernama Maga dilaporkan hilang setelah diduga terpeleset dari lanting dan terseret derasnya arus Sungai Pawan di Ketapang.
KETAPANG – Upaya pencarian terhadap Maga, perempuan berusia sekitar 34 tahun, masih dilakukan setelah ia dilaporkan hilang terseret arus Sungai Pawan di Desa Pangkalan Teluk, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diduga jatuh ke sungai saat mencuci pakaian sekaligus mandi di lanting, sebutan warga setempat untuk jamban terapung di tepi sungai. Saat kejadian, kondisi air Sungai Pawan dilaporkan sedang pasang tinggi dengan arus yang deras.
Warga Desa Pangkalan Teluk, Joni, mengatakan dugaan sementara korban terpeleset dari lanting sebelum terseret arus sungai, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Selasa, (19/05/2026).
“Dia itu menurut keluarganya sedang mencuci sekaligus mandi di lanting sungai, dak tau bagaimane sampai mungkin terjatuh, terseret arus sungai yang sedang deras,” ujarnya.
Joni menyebut keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa. Laporan tersebut diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu proses pencarian.
Hingga Selasa sore, keluarga, warga desa, dan petugas BPBD masih melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga terseret arus. Namun, korban belum ditemukan.
“Keluarga, warga desa dan petugas BPBD masih mencari sampai petang ini, korban belum ketemu,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di bantaran sungai agar lebih waspada, terutama saat air sedang pasang dan arus sungai meningkat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan