Kebakaran gudang pabrik plywood di Banjarmasin diduga dipicu material panas sisa produksi, aktivitas pabrik dihentikan sementara.
BANJARMASIN – Aktivitas produksi di gudang pabrik plywood milik PT Surya Satria Timur di Jalan Pasir Mas terpaksa dihentikan sementara setelah kebakaran terjadi pada Jumat (01/05/2026) petang. Insiden tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kerusakan meluas maupun korban jiwa.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di area gudang penyimpanan material produksi. Api sempat membesar, namun segera dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan pemadam kebakaran bersama relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Upaya penanganan yang sigap membuat kobaran api tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pemadam dan relawan secara bertahap meninggalkan lokasi. Selanjutnya, pihak keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian melakukan pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran.
Koordinator Keamanan Pabrik, Ferry, menjelaskan bahwa titik api pertama kali diketahui oleh seorang karyawan dari bagian engineering yang melihat percikan api di dalam gudang.
“Awalnya terlihat api kecil di dalam pabrik, lalu dengan cepat membesar dan langsung dilaporkan kepada kami. Setelah itu kami lakukan penanganan awal,” ujarnya sebagaimana diberitakan Jurnal Kalimantan, Jumat (01/05/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api diduga berasal dari material kering hasil proses press dryer yang masih menyimpan panas.
“Ini masih dugaan awal dan belum bisa dipastikan. Kemungkinan berasal dari bahan kering hasil press dryer, bukan karena korsleting listrik,” jelas Ferry.
Ia menambahkan, material yang telah melalui proses pemanasan kemudian ditumpuk di dalam gudang, sehingga berpotensi memicu panas tersisa yang akhirnya menimbulkan api.
“Bahan yang sudah dipanaskan lalu ditumpuk, kemungkinan dari situ muncul api. Saat kejadian, mesin juga tidak sedang beroperasi,” tambahnya.
Ferry memastikan saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di dalam pabrik, melainkan hanya pekerja bagian servis yang berada di lokasi.
“Tidak ada produksi, hanya tenaga servis. Jadi kemungkinan besar sumber api dari bahan veneer,” katanya.
Akibat insiden tersebut, aktivitas pabrik dihentikan sementara. Pihak manajemen kini melakukan pembersihan dan perawatan area gudang, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta langkah operasional selanjutnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan