gambar ilustrasi

Bermain di Sungai, Bocah 8 Tahun di Mempawah Meninggal Tenggelam

Seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat bermain air bersama teman-temannya di Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

MEMPAWAH – Peristiwa tenggelamnya RSS, bocah berusia 8 tahun, di sungai belakang rumahnya di RT 06/RW 02, Kampung Api-Api, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak saat bermain di sekitar aliran sungai. Korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, sekitar 100 meter dari titik terakhir ia berenang bersama teman-temannya.

Insiden itu bermula ketika RSS bermain air bersama sejumlah temannya di sungai belakang rumah. Saat berenang, korban diduga tenggelam dan tidak kembali muncul ke permukaan air.

Teman-teman korban sempat berusaha mencari keberadaan RSS. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian di sekitar aliran sungai.

Warga yang menerima laporan tersebut langsung turun ke sungai dan menyisir lokasi tempat korban terakhir terlihat. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai hingga beberapa meter dari titik awal korban berenang.

Setelah dilakukan pencarian, tubuh RSS akhirnya ditemukan dalam kondisi tenggelam. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 100 meter dari tempat korban terakhir kali terlihat bermain air.

Korban kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap Sungai Pinyuh untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis, RSS dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.

“Setelah diperiksa di Puskesmas, jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga telah ikhlas menerima kematian korban sebagai takdir. Rencananya, jenazah korban akan dimayamkan di TPU Kampung Api-Api Sungai Pinyuh,” jelas salah seorang petugas, sebagaimana diberitakan Mempawah News, Selasa (19/05/2026).

Jenazah korban selanjutnya disemayamkan di rumah duka. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sungai, terutama saat bermain atau berenang tanpa pengawasan orang dewasa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com