Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan mengevakuasi pohon besar yang menimpa atap SDN 10 Nunukan selama lebih dari dua jam karena tingkat kesulitan tinggi.
NUNUKAN – Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Nunukan di Jalan Cut Nyak Dien RT 15, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Rabu (20/05/2026) pagi.
Evakuasi berlangsung lebih dari dua jam karena pohon yang menimpa bagian atap sekolah berukuran besar, panjang, dan tergolong kayu keras. Petugas harus memotong dahan, ranting, hingga batang utama secara bertahap agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada bangunan sekolah.
Salah seorang guru SDN 10 Nunukan, Herawati, mengatakan tidak mengetahui pasti waktu pohon tersebut tumbang. Namun, karena khawatir dengan kondisi atap sekolah yang tertimpa pohon, ia kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Komandan Regu (Danru) rescue yang bertugas, Irson, mengatakan laporan warga diterima sekitar pukul 08.18 Waktu Indonesia Tengah (Wita), sebagaimana dilansir Simp4tik, Rabu (20/05/2026). Setelah menerima laporan, petugas langsung diturunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan membawa peralatan evakuasi.
“Kami tindaklanjuti dengan menurunkan petugas ke TKP sembari membawa peralatan seperti mesin pemotong dan tangga.
“Pohonnya cukup besar dan panjang, selain itu juga jenisnya tergolong kayu keras,” kata Irson.
Menurut Irson, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas menggunakan tali pengaman dan tangga karena posisi pohon berada di bagian atas bangunan sekolah.
“Mulanya petugas harus memanjat ke bagian atas lalu dahan dan ranting dipotong terlebih dahulu, disingkirkan dan diturunkan ke bawah,” ujarnya.
Setelah dahan dan ranting berhasil dipotong, petugas melanjutkan pekerjaan dengan memotong batang pohon yang menimpa atap sekolah. Proses tersebut dilakukan bertahap untuk mengurangi risiko terhadap petugas maupun bangunan.
“Evakuasi berlangsung lama, sekitar dua jam lebih karena tingkat kesulitan tinggi tapi prosesnya berjalan lancar,” tutup danru Irson.
Tidak ada laporan korban dalam peristiwa tersebut. Evakuasi ini diharapkan membuat aktivitas sekolah kembali aman setelah material pohon yang menimpa atap berhasil disingkirkan petugas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan