Petugas Damkar Sektor Sebatik Timur membantu melepaskan dua cincin yang sulit dilepas selama tiga hari hingga membuat jari warga bengkak, memar, dan terasa sakit.
NUNUKAN – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Sebatik Timur membantu melepaskan dua cincin berbahan baja nirkarat dari jari manis Muhammad Hery, warga Jalan Jenderal Sudirman RT 01, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Selasa (19/05/2026) sore. Cincin itu sulit dilepaskan selama tiga hari hingga membuat jari korban bengkak, memar kemerahan, dan terasa sakit.
Peristiwa tersebut menunjukkan layanan Damkar tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga evakuasi darurat yang membutuhkan keahlian dan peralatan khusus. Muhammad Hery mendatangi Markas Damkar Sektor Sebatik Timur di Sei Nyamuk sekitar pukul 16.50 Wita setelah upayanya melepas cincin secara mandiri tidak berhasil.
Kepada petugas, Muhammad Hery mengaku dua cincin tersebut sudah lama dipakai. Namun, sekitar tiga hari terakhir, cincin itu sulit dilepas dan mulai menimbulkan rasa nyeri pada jari manisnya.
“Tiga hari sudah saya usaha sendiri membuka dua cincin ini, tapi belum berhasil juga, yang ada malah jari semakin bengkak dan memar kemerahan disertai rasa sakit,” keluhnya, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Selasa (19/05/2026).
Komandan Regu (Danru) Damkar Sektor Sebatik Timur, Aris, yang bertugas saat itu langsung memeriksa kondisi jari korban dan dua cincin berbahan stainles tersebut. Setelah memastikan kondisi korban, Aris bersama tim menyiapkan sejumlah peralatan untuk proses evakuasi.
Petugas menggunakan gerinda mini, sendok sebagai alas pelindung, botol berisi air, dan kunci tang. Peralatan itu dipakai untuk memotong cincin secara hati-hati agar tidak melukai jari korban.
“Dengan peralatan tersebut, kami mulai melakukan eksekusi, petugas sangat berhati-hati dalam proses pemotongan cincin, mesin gerinda mini mulai bekerja sembari ditetesi air pada cincin,” kata Aris.
Menurut Aris, petugas lebih dulu memotong cincin pertama. Setelah berhasil dilepaskan, proses dilanjutkan pada cincin kedua dengan metode yang sama.
“Akhirnya kedua cincin tersebut berhasil dilepaskan tanpa ada kendala berarti,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung hampir setengah jam karena ada dua cincin yang harus dilepaskan. Meski membutuhkan ketelitian, seluruh tahapan berjalan aman.
“Dalam proses evakuasi berlangsung lancar sesuai rencana dan tidak ada luka yang dialami oleh korban akibat evakuasi,” ujar Danru Aris mengakhiri.
Petugas mengimbau masyarakat segera meminta bantuan apabila mengalami kondisi serupa, terutama ketika cincin sudah menyebabkan bengkak, memar, atau rasa sakit. Penanganan mandiri yang terlalu lama dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi jari dan menyulitkan proses pelepasan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan